Timika, Papuadaily – Insiden penembakan yang melibatkan dua prajurit TNI terjadi di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, pada Minggu (7/9/2025).
Dalam kejadian tersebut, seorang anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 1715/Yahukimo, Praka PM, meninggal dunia setelah ditembak oleh Komandan Tim (Dantim) Satuan Tugas Ketapang Swasembada Badan Intelijen Strategis (BAIS) berinisial Kapten Inf J.
Peristiwa bermula dari percekcokan antara keduanya yang kemudian memicu aksi saling kejar. Kapten Inf J diduga merasa terancam setelah Praka PM mengejarnya dengan membawa kampak kecil.
Kapten Inf J sempat melepaskan dua tembakan peringatan, namun tembakan ketiga mengenai kepala Praka PM dan menewaskannya di tempat kejadian.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Waris yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ipda Mirwan, bersama anggotanya segera bergerak ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pengamanan dan koordinasi dengan tokoh masyarakat serta keluarga korban guna mencegah terjadinya eskalasi konflik.
“Kami menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Saat ini, Polres Keerom telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Kapolsek Mirwan dalam pernyataannya.
Pelaku penembakan, Kapten Inf J, kini telah diamankan oleh Polisi Militer (POM) Jayapura untuk menjalani proses hukum sesuai aturan peradilan militer. Senjata api jenis Sig Sauer P224 yang digunakan dalam insiden tersebut juga telah disita sebagai barang bukti.
Adapaun senjata Sig Sauer P224 merupakan pistol semi-otomatis subkompak yang diperkenalkan pada tahun 2012 dan dihentikan pada tahun 2016. Pistol ini memiliki panjang laras 8,9 cm, berat sekitar 820 gram, dan tersedia dalam kaliber 9mm.
Varian awalnya hanya memiliki mekanisme double-action only (DAO) dan kemudian dirilis ulang dengan mekanisme double-action/single-action (DA/SA) dengan tuas decocking lever.
Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, melalui Kapolsek Waris juga mengimbau masyarakat Kampung Kalimo dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami juga telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban serta tokoh-tokoh masyarakat agar mempercayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” tambah Mirwan.
Hingga kini, motif pasti dari percekcokan antara kedua prajurit masih dalam penyelidikan.








