TIMIKA, Papuadaily – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, laju inflasi di wilayah Mimika pada Oktober 2025 masih terkendali.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis pada 3 November 2025, inflasi year on year (y-on-y) tercatat sebesar 1,55 persen, dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,03 pada Oktober 2024 menjadi 111,74 pada Oktober 2025.
Selain itu, tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Oktober 2025 mencapai 0,27 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) berada di level 1,09 persen.
Inflasi tersebut terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor kebutuhan sehari-hari.
“Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi, disusul kelompok kesehatan serta perawatan pribadi dan jasa lainnya,” demikian bunyi laporan BRS BPS Mimika.
Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi
Beberapa kelompok pengeluaran yang mencatat kenaikan indeks harga antara lain:
- Makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,29 persen
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,14 persen
- Perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan rutin sebesar 0,67 persen
- Kesehatan sebesar 2,87 persen
- Rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,99 persen
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,51 persen
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak tajam hingga 17,56 persen
Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks harga, antara lain:
- Pakaian dan alas kaki turun 1,35 persen
- Transportasi turun 0,20 persen
- Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,01 persen
- Pendidikan turun 0,15 persen
Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi
BPS mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan di Mimika, yakni emas perhiasan, bawang merah, rokok kretek mesin (SKM), minyak goreng, nasi lauk, ikan bawal, serta gula pasir.
Selain itu, komoditas seperti kopi bubuk, cabai merah, ikan kakap merah, jeruk, dan mie instan juga berkontribusi terhadap kenaikan harga.
Sementara komoditas yang menekan laju inflasi atau memberikan andil terhadap deflasi di antaranya kangkung, bayam, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam, tempe, dan bawang putih, serta angkutan udara dan daging sapi.
Untuk inflasi bulanan (m-to-m), kenaikan harga terutama disebabkan oleh emas perhiasan, ikan bawal, daun bawang, udang basah, serta cabai merah, sedangkan komoditas seperti bawang merah, tomat, beras, dan kangkung menahan laju inflasi.
Tren Inflasi Mimika Turun dalam Dua Tahun Terakhir
Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Mimika menunjukkan tren penurunan.
Pada Oktober 2024, tingkat inflasi year on year tercatat 4,75 persen, sementara pada Oktober 2023 sebesar 3,34 persen.
Begitu pula inflasi year to date, yang turun dari 3,52 persen pada 2024 menjadi 1,09 persen pada 2025.
Penurunan ini mengindikasikan adanya stabilitas harga yang lebih baik di Mimika sepanjang tahun 2025, meski beberapa komoditas pangan dan jasa masih mengalami fluktuasi harga.
Secara umum, BPS menilai kondisi harga di Kabupaten Mimika pada Oktober 2025 tergolong stabil dan terkendali, dengan tingkat inflasi yang jauh lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya.



