Timika, Papuadaily – Festival Dayung Tradisional di Pomako, Mimika menyedot perhatian. Ribuan warga memadati kawasan Pelabuhan Perikanan Pomako untuk menyaksikan jalannya perlombaan dayung yang berlangsung meriah.
Festival ini diselenggarakan Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, beriringan dengan kegiatan Pentas Seni Budaya di kawasan wisata Mangrove. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada 21–24 November 2025.
Tahun ini, lomba dayung diikuti 21 tim dengan total 210 peserta yang berasal dari berbagai kampung pesisir di Mimika. Ajang ini dihadirkan sebagai bentuk pelestarian tradisi, adat, serta kesenian warisan leluhur masyarakat setempat.
Tidak hanya perlombaan dayung, festival juga diramaikan dengan pentas seni budaya yang menampilkan 48 sanggar, meliputi kerajinan tradisional Amungme dan Kamoro, tarian adat, hingga kuliner lokal.
Pentas seni ini akan berlangsung selama 12 hari, menampilkan ragam kreativitas budaya masyarakat asli Mimika.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa beberapa bulan terakhir Mimika telah menggelar beragam festival budaya sebagai upaya mengangkat nilai tradisi dan kearifan lokal.
“Kita akan kemas dalam satu festival besar yang mencakup Festival Budaya Nusantara, Festival Pentas Seni Budaya Amungme dan Kamoro serta Lomba Dayung Tradisional dan mungkin juga beberapa kegiatan tambahan lainnya,” pungkasnya.
Johannes menjelaskan bahwa lomba dayung tradisional tahun ini merupakan langkah awal menuju festival berskala besar yang ditargetkan menjadi agenda tetap daerah.
“Tahun ini adalah uji coba, ditargetkan agar festival ini dapat menjadi agenda tetap setiap tahun serta tanggalnya akan ditentukan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan agar festival ini dapat masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga memiliki daya tarik nasional dan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Mimika.
Melalui festival ini, Pemkab Mimika berharap kegiatan dapat menjadi agenda tahunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.




