banner 728x250
News  

Belum Merata, 14 Distrik di Mimika Belum Terjangkau MBG

Timika, Papuadaily – Sejumlah sekolah di wilayah perkotaan Kabupaten Mimika dilaporkan belum mendapatkan layanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini memicu kecemburuan sosial di kalangan peserta didik.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, membenarkan adanya kendala dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kota menjadi hambatan utama.

“Memang benar, di wilayah kota saat ini baru tersedia 18 unit dapur dengan kapasitas layanan sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima per dapur,” ujarnya di Timika, Kamis (12/2/2026).

Menurut Nalensius, dengan kapasitas yang ada saat ini, belum seluruh sekolah dapat terlayani. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi dalam rapat untuk melakukan peninjauan dan pemetaan kebutuhan tambahan SPPG di Kabupaten Mimika.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Program MBG di Mimika telah menjangkau 39.545 peserta didik. Program tersebut juga menyerap 697 tenaga kerja yang tersebar di 18 SPPG.

“Saat ini ada 39.545 peserta didik yang terlayani, dan program ini mampu menyerap 697 tenaga kerja di 18 SPPG yang ada di Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Selain peserta didik, MBG juga melayani kelompok non-peserta didik, seperti bayi, ibu hamil, dan balita, dengan jumlah mencapai ribuan orang.

Nalensius menambahkan, dari total distrik di Mimika, baru empat distrik yang dapat dijangkau program MBG, yakni Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur.

“Saat ini masih ada 14 distrik lainnya yang belum terjangkau. Karena itu, diperlukan percepatan pembentukan SPPG di wilayah terpencil,” katanya.

Ia menegaskan, pertemuan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya akselerasi agar wilayah pegunungan dan pesisir juga dapat memperoleh layanan MBG secara merata.

“Untuk wilayah tersebut, seluruh pengajuan dan usulan akan melalui Satgas. Pelaksanaannya, Satgas bekerja sama dengan investor lokal serta melibatkan yayasan lokal sebagai pengelola,” tutupnya.

Penulis: CrystalEditor: Sev