banner 728x250
News  

Apel Perdana 2026, Bupati Mimika: Hapus Kebiasaan Buruk ASN, Satpol PP Awasi

Timika, Papuadaily – Dalam apel perdana tahun 2026 yang digelar Senin (5/1/2026), Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya membangun semangat baru bagi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum perubahan, terutama dalam meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak ada lagi kebiasaan buruk seperti malas masuk kantor dan rendahnya etos kerja yang boleh terulang tahun ini,” tegasnya.

Sebagai langkah pengawasan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapatkan tugas tambahan untuk melakukan pengecekan terhadap pegawai di area publik.

“Pegawai yang kedapatan berada di pusat perbelanjaan atau nongkrong di luar kantor pada jam kerja, serta yang terbukti dalam kondisi mabuk, akan langsung diamankan dan dilaporkan kepada pimpinan terkait,” lanjutnya.

Menurutnya, pegawai negeri adalah wajah pemerintah, sehingga kinerja juga dinilai dari penampilan dan sikap saat melayani masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati mengapresiasi seluruh ASN yang hadir dengan atribut dan seragam lengkap. Menurutnya, kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal dasar sebagai wujud profesionalisme aparatur negara.

Selain disiplin, ia juga menyoroti persoalan pembagian tugas di internal OPD. “Saya mendengar keluhan staf yang tidak diberi pekerjaan, sementara tugas hanya diberikan kepada orang-orang tertentu. Kita harus melatih mereka, beri tanggung jawab. Kalau belum mengerti, ajari. Ini penting untuk memaksimalkan kinerja ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan – termasuk pimpinan OPD – harus didata dan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk ditindaklanjuti.

Meski demikian, Bupati bersama Wakil Bupati terbuka terhadap masukan, kritik, dan saran sebagai bahan perbaikan. “Apapun dinamikanya, tugas utama kita tetap melayani masyarakat. Masih ada pekerjaan yang belum maksimal dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.