banner 728x250

Dinkop UMKM Mimika Dorong Produk Lokal: Seratus Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan

Foto: Papuadaily/Crystal

Timika, Papuadaily – Sebanyak 100 pelaku usaha binaan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas selama empat hari, 8–11 Desember 2025, dengan antusias.

Pelatihan mencakup berbagai bidang: barista kopi, pengolahan pangan lokal dan kuliner, serta pembuatan kerajinan tangan seperti aksesoris, ukiran, dan noken. Seluruh rangkaian kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM Mimika.

Kepala Dinkop UMKM Mimika, Samuel Yogi, menyatakan pelatihan difokuskan untuk mengembangkan kapasitas usaha masyarakat.

“Kami menghadirkan narasumber lokal dari binaan, seperti Timotius Samin—tokoh sejarah dan pengrajin ukiran senior—dan Mama Mince, pengrajin noken dan aksesoris khas yang membagikan pengetahuan tentang sejarah noken dan pelayanan pelanggan,” ujarnya.

Menurut Samuel, banyak produk UMKM Mimika telah menjangkau Bali, Jakarta, Batam, bahkan Singapura—menandakan potensi yang besar. Pemerintah menargetkan semakin banyak UMKM mandiri, dan peserta diharapkan menjadi mentor bagi usaha lain.

“Mulai 2026–2028, setiap RT di Mimika ditargetkan memiliki minimal lima produk unggulan sebagai program besar peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Pada hari pertama dan kedua, 30 peserta fokus pada pelatihan barista—yang ditandai dengan penyerahan sertifikat barista pertama di Mimika dan Provinsi Papua Tengah.

Direktur Lembaga Sertifikasi Kopi Indonesia (LSKPI), Kristiandi, menyampaikan pihaknya akan melakukan sertifikasi dengan penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja.

“Kami berkomitmen meningkatkan SDM industri kopi dari Sabang sampai Merauke, termasuk Mimika,” ungkapnya.

Salah satu peserta barista, Aman Abah, menyampaikan kegiatan ini sangat membantu usaha perkopian di Timika.

“Materi teori dan praktik sangat bermanfaat, dan terima kasih atas bantuan satu unit mesin espresso yang diberikan. Harap pelatihan serupa terus diadakan,” ucapnya.

Samuel menambahkan, narasumber berkompeten diharapkan mendukung anak muda mendapatkan sertifikat barista nasional maupun internasional.

Pada hari ketiga dan keempat, pelatihan difokuskan pada ukiran patung Kamoro (11 peserta) serta pelayanan pengrajin noken dan aksesoris (55 peserta). Semua peserta juga menerima bantuan peralatan usaha dari Dinkop UMKM.