banner 728x250
News  

Operasi Zebra Noken 2025 Dimulai, Polres Mimika Fokus Keselamatan Lalu Lintas

TIMIKA, Papuadaily – Polres Mimika telah memulai Operasi Zebra Noken 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai 17 November hingga 30 November 2025. Operasi ini melibatkan 160 personel dari Polres Mimika, serta dukungan dari Sub-Denpom dan Dishub Kabupaten Mimika yang berjumlah 30 personel.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, di lapangan Mapolres Mimika, Jalan Agimuga Mile 32 Timika, pada Senin (17/11). Operasi ini menyasar pelanggaran lalu lintas yang kasat mata dan berpotensi menyebabkan fatalitas.

Kapolres Mimika menyampaikan bahwa Operasi Zebra Noken 2025 bertujuan untuk menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada kesiapan kita semua, sinergi, dan kerja sama dengan seluruh stakeholder terkait. Saya yakin, dengan semangat tinggi, disiplin, dan tanggung jawab, kita mampu melaksanakan tugas ini dengan baik,” ujarnya.

Data Kecelakaan Lalu Lintas di Papua Tengah Meningkat

Sepanjang tahun 2025, tercatat 208 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Tengah yang menyebabkan 47 korban meninggal dunia, 183 luka berat, dan 82 luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai sekitar Rp 827.400.000.

“Angka ini menjadi perhatian serius. Kita memiliki pekerjaan rumah besar untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan keselamatan pengguna jalan,” tegas Kapolres.

Dalam amanat Kapolda Papua Tengah yang dibacakan, ditekankan pentingnya sinergi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder untuk keberhasilan Operasi Zebra Noken.

Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas Yang Aman, Nyaman, dan Selamat, Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin-2025”.

Penekanan Kapolres Mimika dalam Operasi Zebra Noken 2025:

1. Tingkatkan Pengawasan Humanis: Prioritaskan pendekatan persuasif namun tegas.
2. Optimalkan Teknologi: Maksimalkan penggunaan ETLE dan alat pemantauan.
3. Identifikasi Blackspot: Koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti potensi gangguan keselamatan.
4. Jaga Kesehatan Personel: Pastikan kondisi fisik dan mental personel selalu prima.
5. Jadilah Pelopor Keselamatan: Menjadi agen perubahan dalam berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab.

Kapolres Mimika berharap operasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta menciptakan kondisi jalan yang tertib dan lancar.

Menjelang bulan Desember, Kapolres Mimika juga mengimbau para pemilik usaha untuk lebih selektif dalam penjualan spiritus, terutama kepada pembeli di bawah umur, guna mencegah penyalahgunaan seperti dalam pembuatan meriam spiritus.

“Kami akan terus melakukan operasi dan menindak siapa pun yang masih bermain meriam spiritus,” tegasnya.