Timika, Papuadaily – Aparat kepolisian resor Mimika tengah mendalami kasus penemuan jenazah seorang perempuan berinisial BM yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan Nawaripi, Distrik Wania, Mimika, Kamis (2/4/2026) pagi.
Penemuan yang menggemparkan warga di belakang Sekolah Kalam Kudus tersebut direspons cepat oleh tim gabungan Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru setelah menerima laporan warga pada pukul 07.20 WIT.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan tim Inafis mengungkap sejumlah detail krusial terkait kondisi korban. Saat ditemukan pada pukul 07.00 WIT, BM berada dalam posisi tergantung dengan seutas tali jemuran pada sebuah pohon.
Namun, pemeriksaan awal (visum luar) menunjukkan adanya tanda-tanda fisik yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, yakni luka gores pada tangan kiri serta keluarnya cairan dari mulut korban.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi identitas korban dan menyatakan bahwa jenazah telah dievakuasi ke RSUD Mimika menggunakan kendaraan patroli pada pukul 08.20 WIT untuk prosedur medis.
Meskipun indikasi awal terlihat seperti bunuh diri, pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi dini mengingat adanya ketidakkonsistenan pada kesaksian awal yang dikumpulkan di lapangan.
“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi guna memastikan secara pasti penyebab kematian korban, mengingat terdapat beberapa perbedaan keterangan dari saksi di lokasi kejadian,” kata Iptu Hempy.
Langkah proaktif juga telah diambil kepolisian dengan merangkul pihak keluarga korban di Distrik Mimika Timur untuk mendampingi proses identifikasi di rumah sakit.
Pihak berwenang memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian saat ini telah terkendali dan meminta masyarakat untuk kooperatif dalam menjaga kondusivitas.
“Polres Mimika juga telah menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Distrik Mimika Timur untuk segera menuju RSUD Mimika,” imbuhnya.
Kepolisian mengimbau warga agar tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial dan membiarkan proses hukum berjalan secara transparan berdasarkan bukti-bukti saintifik yang tengah dikumpulkan.


