Timika, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob kembali memimpin apel gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (7/12/2025).
Apel tersebut diikuti para kepala OPD beserta ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah.
Dalam arahannya, Bupati John menyoroti sejumlah hal penting terkait kedisiplinan, kinerja birokrasi, hingga pengelolaan anggaran daerah.
Mengawali sambutannya, John menyampaikan penghargaan kepada ASN Mimika yang dinilai mulai menunjukkan peningkatan disiplin, baik dalam mengikuti apel maupun dari sisi kerapian dan ketepatan waktu.
Ia juga memberi apresiasi kepada setiap OPD yang rutin melaksanakan apel pagi di kantor masing-masing. Menurutnya, peningkatan disiplin akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Bupati John turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pesparani II tingkat Provinsi Papua Tengah, di mana Mimika menjadi tuan rumah.
Pada kesempatan tersebut, John menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pembenahan birokrasi. Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja ASN telah dilakukan dan proses selanjutnya akan berlanjut tahun depan.
“Kemarin bapak ibu semua sudah mengikuti evaluasi kinerja, tahun depan sekitar bulan Maret kita akan lakukan lagi profiling bagi ASN yang belum mengikuti, selanjutnya P3K, fungsional guru dan terakhir pejabat,” kata John di hadapan ribuan ASN.
John juga mengumumkan bahwa pada 10-12 Desember 2025 mendatang akan dilakukan evaluasi kinerja dan uji kompetensi atau Job Fit bagi pejabat pemerintah.
Evaluasi kinerja ditujukan bagi pejabat yang telah menjabat lima tahun atau lebih, sementara uji kompetensi diperuntukkan bagi mereka yang menjabat di bawah lima tahun.
“Kami terus berusaha untuk memperbaiki posisi ini dan proses ini semua mungkin akan selesai dan diharapkan dalam tahun ini dan tahun depan akan mulai dilaksanakan mutasi sesuai dengan kelembagaan,” ujarnya.
Bupati John juga meminta setiap OPD fokus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab, khususnya terkait penggunaan anggaran. Ia menyoroti pentingnya pengembalian Uang Ketersediaan (UK) dan pertanggungjawaban Tambahan Uang (TU) yang hingga kini belum diselesaikan sejumlah OPD.
Ia mengungkapkan, jumlah TU yang belum dipertanggungjawabkan mencapai lebih dari Rp20 miliar.
“Kalau kalian kembalikan maka akan menaikkan realisasi keuangan kita. Masalahnya TU diambil tapi tidak dikembalikan, kalau tidak dikerjakan maka dikembalikan, ini catatan buat kita semua,” tegasnya.
OPD yang sedang menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) juga diminta segera merampungkan dokumen tersebut agar dapat ditinjau Inspektorat dan dievaluasi lebih lanjut.
“Kita lakukan ini secara bertahap. Bapak Ibu OPD yang minta tambahan anggaran itu segera. Kalau tidak kita kembali pada semula. Saya harap hari ini saya dapat laporan dari TAPD kira-kira dinas mana yang sudah selesai, sudah direview, sudah diinput supaya kita tahu persis, kita berharap akhir bulan ini semua sudah selesai dan kita berharap tahun depan bulan Januari kita sudah bisa lakukan kegiatan,” kata John.
Menutup arahannya, Bupati John menyinggung tantangan kinerja pemerintah daerah tahun ini.
“Tahun ini memang tahun yang paling parah betul, karena kita punya realisasi tidak bagus akhirnya terkesan kinerja saya dengan Pak Wakil tidak baik,” ucapnya.








