Timika, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob merespon kritik masyarakat terkait janjinya menyelenggarakan pembangunan dari kampung ke kota yang mulai diragukan saat ini.
Bupati John bersama wakilnya Emanuel Kemong menyadari betul adanya ketidakpuasan masyarakat selama 100 hari kerjanya yang disebut terlalu fokus di wilayah perkotaan.
Menurutnya, situasi semacam ini merupakan hal yang wajar di awal pemerintahan. Namun, kata dia, perlu dipahami bahwa membenahi pemerintahan yang telah terseok-seok sekian lama bukanlah perkara mudah.
“Banyak orang mengatakan kita tidak buat apa-apa, banyak yang menyampaikan seperti itu. Saya mau sampaikan bahwa yang pertama kita lakukan adalah mengurai benang kusut. Tidak gampang pekerjaan ini,” ujar Bupati John, Senin (21/07/2025).
Untuk memulai rencana besar yang tertuang dalam visi dan misinya itu, Bupati John memandang birokrasi pemerintahan merupakan hal mendasar yang pertama harus dibenahi.
Bupati John meyakini birokrasi yang baik akan mendukung dan menghasilkan pelayanan yang baik pula kepada masyarakat.
Ia pun meminta setiap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) agar mengembalikan struktur organisasi sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
Pembenahan ini, lanjut dia, sangat penting mengingat struktur organisasi yang ada kini telah lebih dari 5 tahun. Perlu dievaluasi serta disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan guna mendukung visi dan misi kepala daerah.
“Segera kami akan bawa ke DPRD untuk disusun dan ditetapkan sebagai peraturan daerah struktur organisasi kita,” tegas Bupati John.
Bupati John juga mengungkapkan, pelaksanaan visi dan misi dalam pemerintahannya terkendala Anggran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah ditetapkan sebelum pemeritahan mereka dimulai.
Bupati John menilai bahwa banyak masyarakat yang menganggap pembangunan hanya dari segi fisik serta apa yang terlihat secara kasat mata.
Sementara banyak pelayanan yang sudah diperbaiki oleh pemerintah tidak dianggap sebagai bagian dari pembangunan.
“Sebelum kami masuk, APBD sudah ditetapkan. Visi misi kami tidak bisa dilaksanakan sesuai dengan APBD yang sudah ditetapkan. Secara khusus untuk pekerjaan-pekerjaan fisik,” tutup Bupati John.