banner 728x250
Budaya  

Festival Budaya Amungme-Kamoro 2025: Merawat Tradisi, Merajut Kebinekaan di Tanah Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob Festival Budaya Amungme dan Kamoro Berwawasan Nusantara, Jumat (7/11/2025). Foto: Papuadaily/Crystal

TIMIKA, Papuadaily– Untuk pertama kalinya, Kabupaten Mimika menggelar Festival Budaya Amungme dan Kamoro Berwawasan Nusantara, sebuah ajang perayaan kebudayaan yang mengangkat kekayaan tradisi lokal dalam semangat persatuan bangsa.

Festival ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, berlangsung selama empat hari, 7–10 November 2025, di halaman GOR Futsal SP5, Mimika.

Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini, khususnya Dinas Kebudayaan dan panitia pelaksana.

“Seperti yang selalu saya sampaikan, Mimika adalah rumah kita bersama, rumah bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, serta semua penduduk yang tinggal dan berkarya di tanah ini,” pungkasnya.

John menegaskan bahwa kegiatan kebudayaan seperti festival ini bukan hanya menjadi wadah pelestarian warisan budaya daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan sektor UMKM masyarakat lokal.

“Ke depan, saya berharap festival semacam ini dikemas dengan lebih menarik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisata budaya berskala nasional bahkan internasional,” katanya.

Menurutnya, Festival Budaya Amungme dan Kamoro merupakan momentum penting untuk merayakan kekayaan dan keberagaman budaya di Kabupaten Mimika.

“Tidak semua daerah mampu menghadirkan keberagaman seperti yang ada di Mimika — dari Sabang sampai Merauke, semuanya hadir di sini. Inilah kekuatan kita, inilah peluang besar untuk membangun Mimika secara bersama,” tutup Johannes.

Sementara itu, Kepala Disparbudpora Mimika Elisabeth Cenawatin menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk melestarikan sekaligus mempersatukan seluruh budaya yang ada di Nusantara, dengan masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai tuan rumah di Tanah Mimika.

“Kami melibatkan seluruh paguyuban yang ada di Kabupaten Mimika. Kami menghadirkan tim-tim tari, pengrajin ukir, pengrajin anyaman, dan berbagai sanggar seni, serta menampilkan beragam suku dengan pakaian adat dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Elisabeth menambahkan, selama ini kegiatan budaya di Mimika lebih banyak berfokus pada Amungme dan Kamoro. Namun, tahun ini pihaknya memperluas cakupan agar mencerminkan semangat kebersamaan dalam satu bingkai kebangsaan.

“Namun kali ini, sejalan dengan visi dan misi Bupati Mimika, kami ingin menunjukkan bahwa kita semua yang datang dan hidup di Mimika harus bersatu-padu membangun daerah ini, bergandengan tangan sebagai bagian dari Nusantara Indonesia. Itulah mengapa kegiatan ini kami beri tema Berwawasan Nusantara,” tutupnya.