banner 728x250
News  

Bahlil ungkap kondisi area tambang Freeport pasca insiden lumpur basah

Timika, Papuadaily – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memastikan seluruh korban dalam insiden longsor di area tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia telah ditemukan.

Menurutnya, area terdampak masih dalam pengawasan dan penelitian untuk memastikan penyebab kejadian.

“Sampai sekarang, kita masih mengecek penyebab yang sesungguhnya,” ujarnya.

Bahlil menjelaskan bahwa operasi di area luncuran lumpur basah (wet muck) belum bisa dilakukan sampai proses pengecekan dan penelitian selesai.

“Sampai dengan pengecekan selesai, daerah longsor belum bisa beroperasi. Namun, kita sedang membuka kemungkinan untuk beroperasi di area lain,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini, menyebutkan bahwa wilayah tambang bawah tanah memiliki luas lebih dari 300 kilometer. Penentuan area yang aman untuk produksi memerlukan waktu dan ketelitian tinggi.

“Saya sudah dua kali naik ke lokasi. Tim saya bersama Inspektur Tambang dan tim Freeport sedang mengecek bagian mana yang masih bisa diproduksi, dan kenapa harus diproduksi,” katanya.

Langkah ini dilakukan agar aktivitas karyawan tetap berjalan dan tidak ada yang menganggur. Jika produksi berhenti total, hal itu akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika, termasuk bagi hasil untuk Provinsi Papua Tengah.

“Kalau aktivitas tidak ada, PAD Kabupaten Mimika juga tidak akan baik, begitu pula bagi hasil untuk provinsi. Karena itu, sekarang kami sedang mencari solusi agar produksi bisa berjalan dengan hati-hati, tapi tetap berlanjut,” tutupnya.