Timika, Papuadaily – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menyusul kondisi El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Nabire, Husain, mengatakan kondisi tersebut terlihat dari indeks Nino 3.4 yang berada di kisaran 2,77. Angka tersebut mengindikasikan fenomena El Nino dalam kategori sangat kuat (very strong).
“Kalau kita lihat dari indeks Nino 3.4 berkisar antara 2,77, yang mana ini artinya mengindikasikan bahwa saat ini El Nino masuk dalam kategori sangat kuat atau very strong,” ujar Husain di Nabire, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, berdasarkan prediksi data, kondisi El Nino berpotensi berlangsung hingga November, Desember, dan Januari. Bahkan, fenomena tersebut diperkirakan masih dapat terjadi hingga triwulan pertama 2027 atau sekitar Maret 2027.
Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Nabire.
Husain menyebutkan, berdasarkan data titik panas (hotspot) periode 10 hingga 19 Agustus 2026, tercatat sekitar 246 titik hotspot, dengan 113 titik di antaranya berada di Kabupaten Nabire.
Sementara pada 20 Agustus 2026, data BMKG menunjukkan terdapat sekitar 224 titik hotspot.
“Data tanggal satu hari kejadian hotspot itu sudah melebihi, hampir menyamai data 10 hari kejadian hotspot. Ini mungkin menjadi kewaspadaan kita bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tingkat kemudahan terbakar di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire, saat ini berada pada kategori sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat api dari sumber kecil sekalipun berpotensi dengan cepat memicu kebakaran.
“Artinya ketika masyarakat terkena api sedikit saja, itu akan sangat mudah terbakar. Baik itu puntung rokok, kemudian membakar sampah di lahan. Ini sudah akan sangat memudahkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran dan berkoordinasi dengan BPBD setempat, termasuk BPBD Kabupaten Nabire maupun BPBD Provinsi Papua Tengah.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, kemudian tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas Husain.






