banner 728x250

Dinkes Mimika Perkuat Akses Layanan Kesehatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir

Timika, Papuadaily – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir (BBL). Langkah ini dilakukan menyusul hasil evaluasi layanan di seluruh puskesmas yang menunjukkan perlunya penguatan mutu serta perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Rizal Ubra, mengatakan hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pihaknya untuk melakukan berbagai perbaikan dan inovasi layanan, khususnya yang menyasar kelompok ibu hamil dan bayi baru lahir.

“Setelah kami melakukan evaluasi di puskesmas-puskesmas, memang diperlukan langkah baru untuk meningkatkan pelayanan ibu hamil dan bayi baru lahir,” ujar Reynold usai mengikuti Apel Gabungan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Jalan Poros SP3, Senin (8/12/2025).

Ia menjelaskan, strategi utama yang ditempuh Dinkes Mimika adalah mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu fokusnya yakni memastikan seluruh ibu hamil memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin hingga menjelang persalinan.

“Kita ingin memastikan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di fasilitas kesehatan tingkat pertama, baik di puskesmas maupun klinik,” jelasnya.

Selain meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan, Reynold menekankan pentingnya sistem pencatatan elektronik dalam setiap tahapan pelayanan. Seluruh hasil pemeriksaan ibu hamil diwajibkan tercatat secara digital agar riwayat kesehatan dapat dipantau secara menyeluruh dan berkesinambungan.

“Semua hasil pemeriksaan harus diinput ke dalam sistem, sehingga kita dapat mengetahui apakah pemeriksaan sudah dilakukan sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan,” ungkapnya.

Ke depan, Dinkes Mimika juga berencana memperkuat kapasitas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan klinik kesehatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan desentralisasi layanan kesehatan agar pelayanan dasar semakin dekat dengan masyarakat.

“Pustu merupakan fasilitas yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami akan memaksimalkan pelayanan di Pustu serta memperkuat peran kader Posyandu,” tutup Reynold.