Timika, Papuadaily – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memprediksi tren kasus malaria pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme tersebut didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi program pengendalian malaria yang terus diperkuat di wilayah Mimika.
Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024 tercatat sekitar 170 ribu kasus malaria. Sementara pada tahun ini, pihaknya memperkirakan jumlah kasus berada pada kisaran 166 ribu hingga 170 ribu kasus dan dipastikan tidak akan melampaui 200 ribu kasus.
“Tahun ini kami sudah memprediksikan kira-kira kasus malaria jauh lebih rendah dibanding tahun lalu. Tahun lalu hampir 170 ribu, tahun ini paling sekitar 166 ribu sampai 170 ribu, dan tidak akan melebihi 200 ribu,” ujar Reynold Ubra.
Ia menjelaskan, prediksi penurunan tersebut juga didukung oleh meningkatnya jumlah pemeriksaan atau testing malaria di masyarakat. Sepanjang tahun ini, jumlah warga yang menjalani tes malaria mencapai sekitar satu juta orang, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 800 ribu orang.
Peningkatan cakupan pemeriksaan ini, menurut Reynold, memberikan gambaran data yang lebih akurat sekaligus memperkuat upaya deteksi dini dan pengendalian malaria di Mimika.
Lebih lanjut, Reynold menegaskan bahwa penurunan kasus malaria menjadi fokus utama Dinkes Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, serta tim kerja malaria dari Kementerian Kesehatan. Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah pembenahan sistem pencatatan dan pelaporan kasus.
“Pencatatan dan pelaporan kami perketat untuk mencegah terjadinya duplikasi data, sehingga angka kasus yang dilaporkan benar-benar valid,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinkes Mimika berharap upaya pengendalian malaria dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus menekan angka penularan penyakit endemis tersebut di wilayah Mimika.









