Timika, Papuadaily – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan melakukan evaluasi akhir tahun terhadap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga klinik swasta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi berdampak pada kebutuhan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan memastikan seluruh jejaring pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa libur Nataru.
“Ini untuk mengantisipasi libur Nataru, karena biasanya ada orang di Timika itu pulang kampung, ada juga yang datang. Supaya pelayanan jejaring itu tetap jalan, rujukannya tetap berjalan, kemudian di akhir tahun pun tetap berjalan,” ujar Reynold Ubra, Senin (1/12/2025).
Selain mengevaluasi kesiapan sarana dan sistem rujukan, Dinkes Mimika juga memeriksa kesiapan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah pegunungan dan pesisir. Menurut Reynold, pada momen libur panjang kerap terjadi kekurangan tenaga kesehatan akibat cuti atau kepulangan nakes ke daerah asal.
“Kami memastikan pelayanan di wilayah gunung dan pesisir tetap berjalan, karena biasanya saat libur Nataru ada tenaga kesehatan yang berkurang,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinkes Mimika juga mulai mempersiapkan pelaksanaan program imunisasi campak dan polio tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari hingga Maret. Kewaspadaan turut ditingkatkan terhadap potensi munculnya kasus polio serta peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD).
“Biasanya di awal tahun kasus campak meningkat, seperti yang terjadi sebelumnya. Kami juga mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus polio dan meningkatnya kasus DBD. Itulah kesiapan-kesiapan kami di akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026,” tutup Reynold.








