banner 728x250

Pemkab Mimika Salurkan Bantuan Sosial untuk Pengungsi Konflik Keamanan di Jila

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyalurkan bantuan sosial menjelang perayaan Hari Natal 2025 kepada masyarakat terdampak konflik keamanan di Distrik Jila.

Bantuan tersebut diserahkan kepada warga yang berasal dari sejumlah kampung di Distrik Jila, baik masyarakat Kabupaten Mimika maupun warga yang terpaksa mengungsi akibat gangguan keamanan dalam beberapa pekan terakhir.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam keterangannya kepada media, Senin (22/12/2025), mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial serta memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak situasi keamanan.

“Penyaluran bantuan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang terdampak konflik keamanan, agar tetap dapat merayakan Natal dengan layak,” kata Bupati John.

Ia menegaskan, Pemkab Mimika terus berupaya hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan kebutuhan pangan pokok dan kebutuhan dasar lainnya, terutama bagi warga yang saat ini berada dalam status pengungsi.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat selama masa perayaan Natal dan memberikan semangat baru memasuki Tahun Baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati John juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan di penghujung tahun ini.

Sebelumnya, Pemkab Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa 4 ton beras, 10 karton minyak goreng, 4 karton gula pasir, serta 10 karton telur ayam.

Seluruh bantuan tersebut telah dibawa ke hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika dan dijadwalkan diangkut ke Distrik Jila melalui beberapa kali penerbangan.

Berdasarkan laporan Kepala Distrik Jila, Hasan Kemong, ratusan keluarga dari sejumlah kampung di wilayah tersebut saat ini mengungsi ke ibu kota Distrik Jila. Pengungsian ini dipicu oleh adanya operasi keamanan aparat gabungan yang berlangsung intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut mendorong warga memilih mencari tempat yang dinilai lebih aman di pusat distrik sambil menunggu situasi kembali kondusif.

Menurut informasi yang diterima, gangguan keamanan di Distrik Jila mulai terjadi sejak akhir Oktober 2025, termasuk insiden penembakan serta operasi penindakan terhadap kelompok separatis bersenjata yang dinilai mengancam keselamatan warga sipil. Situasi ini memaksa masyarakat meninggalkan kampung halaman mereka demi menghindari potensi risiko keamanan.