News  

Hampir 9 Bulan Disandera, Kesehatan Sempat Memburuk, Apakah Pilot Mark Masih Hidup?

TPNPB Kodap III Ndugama terakhir merilis kondisi Kapten Philip Mark pada Mei 2023 lalu

TIMIKA – Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens hampir sembilan bulan disandera TPNPB Kodap III Ndugama, setelah ditangkap di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023 lalu.

Kondisi Kapten Philip dipertanyakan. Banyak informasi beredar. Ada yang menyebut Philip sudah meninggal, ada pula yang mengabarkan kondisi kesehatan pilot asal Selandia Baru itu memburuk.

TPNPB yang oleh pemerintah Indonesia disebut KKB, cukup lama tak merilis kondisi sandera di tangannya. Padahal, TPNPB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya dikenal cukup eksis.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, nampaknya tidak begitu yakin akan kondisi Kapten Philip. Dia sudah berusaha mencari informasi soal ini setelah dikonfirmasi diurnal.id sejak dua hari lalu.

“Kemungkinan masih hidup, hanya dia dalam kondisi terburuk akibat konflik internal sipil bersenjata,” kata Ramandey.

Frits Ramandey telah menerima informasi sejak tiga pekan lalu bahwa kondisi kesehatan Kapten Philip menurun drastis, akibat terlalu lama dalam penguasaan kelompok bersenjata.

“Kita berharap, ada problem di internal kelompok Egianus dan pasukannya bisa diselesaikan cepat. Memang ada dua hambatan negosiasi, pertama masalah internal TPNPB Kodap III Ndugama dan faktor keamanan,” sebutnya.

Kendati begitu, Komnas HAM Papua mendorong Bupati dan DPRD di Nduga bisa menjadi yang terdepan dalam menempuh pendekatan dan negosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya.

“Karena secara kultural dan adat istiadat lebih memahami, bahkan ada hubungan kekerabatan dengan mereka,” kata Ramandey.

Ramandey menolak berkomentar soal dugaan Kapten Philip sudah meninggal dunia. Bahwa hal itu semakin meyakinkan ketika 1 Desember tak ada informasi apa pun soal sandera, yang mestinya menjadi momentum bagi TPNPB merilis tuntutan terbaru mereka.

“No komen soal itu,” ujarnya menanggapi kondisi Kapten Philip dikabarkan meninggal karena sakit dan tak ada informasi selama lima bulan sejak Egianus terakhir kali merilis video pada Mei 2023 lalu.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom mengakui belum mendapat laporan terbaru dari Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya.

“Kami Belum terima laporan, maka kami juga belum bisa memberikan komentar, terima kasih,” katanya singkat kepada diurnal.id, Jumat 1 Desember 2023.

Ketua Organisasi Papua Merdeka (OPM) Jeffrey Bomanak sebelumnya menyoroti pendekatan operasi militer untuk membebaskan Kapten Philip Mark Mehrtens.

“Bukan military operation, tetapi untuk keselamatan dan nama baik Indonesia harus membuka negosiasi damai bersama kami secara terhormat, untuk bagaimana kita melepaskan sandera,” kata Bomanak.