Timika, Papuadaily- Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melakukan pendampingan dan konsultasi teknis terkait penyesuaian struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru, sekaligus membahas pengusulan pembentukan lima unit pelaksana teknis daerah (UPTD) baru.
Pengusulan pembentukan lima unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dimaksud yaitu Rumah Sakit Waa Banti, Public Sefety Center (PSC) 119, laboratorium kesehatan lingkungan, instalasi formasi dan pusat pengendalian malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, mengatakan dari lima rekomendasi yang diajukan, empat telah disetujui, tinggal satu yang sedang dalam proses yaitu pusat pengendalian malaria.
“Kita berharap dengan adanya UPTD ini dapat mempercepat pelayanan langsung ke masyarakat, serta mendukung Puskesmas dalam menangani masalah kesehatan Kabupaten Mimika lebih cepat, efektif dan efisien,” kata Reynold di Timika, Rabu (23/7/2025).
Rumah sakit Waa Banti disebut selaras dengan visi dan misi kepala daerah “membangun dari kampung ke kota”. RS ini akan menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah penggunungan mencakup lima distrik, melayani lima Puskesmas.
“Dengan infrastruktur yang kini siap, RS Waa Banti diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi menjadi pusat rujukan dan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bawah Dinkes,” pungkasnya.
Pembentukan UPTD ini akan memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat dan mendekatkan akses kesehatan bagi warga di wilayah terpencil.
Pendampingan dan konsultasi teknis terkait penyesuaian SOTK, menjadi kelanjutan dari proses yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Diperkuat setalah adanya arahan langsung dari Bupati Mimika terkait penyesuaian SOTK untuk seluruh OPD.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bagian Ortal dari Biro Ortal Provinsi Papua Tengah serta Kabag Ortal Setda Mimika. Kegiatan ini diharapkan rampung dan bisa secara kolektif bersama OPD lain untuk dikonsultasikan ke tingkat provinsi.
“Yang membedakan kita hari ini dengan SOTK Dinkes Tahun sebelumnya, kita melakukan penyesuaian atau adaptasi dengan Isu, beradaptasi dengan visi dan misi Kepala daerah. Tetapi kami juga harus penyesuaian dengan SOTK di Kementrian Kesehatan,” jelasnya.
Penyesuaian dilakukan agar struktur Dinkes Kabupaten Mimika selaras dengan SOTK Kementrian Kesehatan, sehingga konsultasi teknis dan implementasi program nasional bisa langsung terhubung dengan unit kerja di Mimika.