Mimika  

Kelurahan Otomona Mimika jemput sampah dari rumah, masyarakat merasa terbantu

Kendaraan pickup yang sedang mengangkut sampah dari rumah ke rumah di Kelurahan Otomona, Selasa (29/7/2025). Papuadaily/Crystal Erawati

Timika, Papuadaily – Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika telah konsisten menjalankan program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.

Lurah Otomona, Farida, mengungkapkan bahwa program ini sudah dijalankan sejak 2021 yang lalu sampai sekarang. Ini adalah bentuk inisiatif mandiri dari Kelurahan Otomona demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Sebelum ada program tersebut, banyak masalah yang terjadi di wilayah  kami. Pertama, tidak ada tempat pembuangan sampah (TPS). Kedua, masih banyak sampah yang berserakan di jalan-jalan dan banyak warga yang membuang sampah di kali,” katanya, Senin (28/7/2025).

“Sehingga hal ini terlihat kurang bagus. Maka dari itu, kami membuat program angkut sampah jemput dari rumah ke rumah. Agar tidak ada lagi sampah yang berserakan di jalan lagi dan buang sampah sembarangan,” lanjut dia.

Sampah yang diambil oleh petugas  dari rumah ke rumah langsung diangkut ke TPS milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang terletak di depan Kantor Keuskupan Timika.

“Truk sampah dari DLH Mimika tidak mengambi lagi sampah dari wilayah kami, karena kita sudah menyetorkan sampah langsung ke lokasi TPS tersebut,” kata dia.

Pengangkutan sampah ini dilakukan setiap hari Senin sampai Sabtu, dengan jadwal pengangkutan yang kini dimajukan menjadi pukul 4 sore. Namun, masih ada warga yang meletakkan sampah di pinggir jalan karena melewati jam operasional petugas.

“Tidak menentu untuk waktu, pengumpulan sampah di DLH. Karena dalam satu wilayah, kita bisa keliling tiga kali wilayah otomona untuk muatan sampah, menggunakan satu kendaraan,” katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, kelurahan menerapkan iuran sampah kepada warga yang mampu. Iuran tersebut digunakan untuk membayar gaji petugas kebersihan, mengingat dana kebersihan dari pemerintah sebesar Rp50 juta per triwulan tidak mencukupi untuk menutupi seluruh biaya operasional.

“Saya sempat berkoordinasi dengan Sekda Mimika. Bahwa program yang kami buat ada iuran sampah, yang terpenting masyarakat yang ada di kelurahan otomona tidak merasa terbebani dengan iuran tersebut dan ketika ada warga yang tidak mampu bayar kami tidak memaksakan untuk membayar iuran,” ungkapnya.

Dengan kehadiran program ini, warga Kelurahan Otomona merasa senang dan sangat terbantu.

“Mereka tidak perlu ribet-ribet untuk membuang sampah di luar dan jauh. Cuma ada beberapa masyarakat yang pendapatan ekonominya kurang stabil dan itu menjadi kendala dengan iuran tersebut,” tutupnya.