banner 728x250

Warga Mimika Serbu Pasar Murah Jelang Iduladha

Timika, Papuadaily – Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, pada Kamis (21/5/2026), menjelang Hari Raya Idul Adha.

Salah seorang warga, Hamzah, mengatakan kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini.

“Dengan pasar murah ini saya senang sekali, sangat membantu perekonomian keluarga. Harganya lebih murah dibanding harga di pasar biasa,” ujarnya.

Ia mengaku hampir selalu datang setiap kali Gerakan Pangan Murah dilaksanakan karena selisih harga yang ditawarkan cukup membantu pengeluaran rumah tangga.

“Beda lima ribu saja sudah lumayan. Lebih hemat kalau belanja di pasar murah begini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, ia membeli berbagai kebutuhan dapur seperti telur, ayam, bawang, cabai, hingga bumbu-bumbu masakan. Menjelang hari raya, sebagian masyarakat juga memanfaatkan pasar murah untuk membeli bahan membuat kue.

“Kalau dekat hari raya biasanya kami beli bahan untuk bikin kue juga. Lebih murah di sini,” tuturnya.

Ia mengaku kenaikan harga kebutuhan pokok tahun ini cukup dirasakan masyarakat, sehingga kehadiran Gerakan Pangan Murah dianggap sangat membantu menjaga daya beli warga.

“Iya, terasa sekali inflasinya tahun ini. Karena itu setiap ada pasar murah saya selalu datang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat memperluas lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar lebih mudah dijangkau masyarakat di sejumlah wilayah permukiman.

“Harapannya semoga pasar murah lebih sering diadakan lagi dan lebih dekat dengan masyarakat, misalnya di wilayah SP4 atau daerah seperti Renggasi supaya warga tidak jauh-jauh datang belanja,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan seorang Bapak Guru, Hamdi Syahid yang mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah karena dinilai sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Alhamdulillah dengan adanya program dari pemerintah ini, pasar murah sangat membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang mungkin kurang stabil, apalagi harga-harga di pasar sekarang meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu masyarakat kurang mampu, tetapi juga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Program ini membantu banyak masyarakat dari berbagai ras, agama, dan kalangan. Semua boleh ikut meramaikan dan membeli kebutuhan di pasar murah,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga bahan pokok seperti sayur, telur, dan minyak goreng cukup dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dampaknya sangat terasa. Ketika membeli beras atau telur, harganya memang cukup naik sehingga memengaruhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai pemerintah telah mengambil langkah yang tepat melalui program Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk intervensi untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga.

“Pemerintah sudah melakukan program-program seperti pasar murah yang bukan hanya membantu, tetapi juga ikut mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengaku pelaksanaan pasar murah kali ini lebih tertata karena masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dibanding sebelumnya.

“Bagusnya kuota kali ini saya lihat masyarakat lebih mudah mendapatkan barang kebutuhan dibanding sebelumnya,” katanya.

Menurut Hamdi, membeli kebutuhan pokok di pasar murah menjadi salah satu cara masyarakat melakukan penghematan di tengah kenaikan harga barang.

“Dengan membeli bahan pokok murah seperti ini, kebutuhan sehari-hari bisa lebih terbantu dan pengeluaran lebih hemat,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat terus melanjutkan program Gerakan Pangan Murah dan memperluas titik pelaksanaannya agar menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya program seperti ini terus ditingkatkan, diperbanyak titik pasarnya, dan semakin menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto