Timika, Papuadaily – Antusiasme masyarakat luar biasa terlihat dalam kegiatan Bakti Noken Medis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di BLUD Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (24/10/2026). Puluhan dokter umum dan dokter spesialis hadir memberikan pelayanan kesehatan gratis, dengan pencatatan lebih dari 600 resep obat yang berhasil dilayani.
Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, menyampaikan bahwa warga tidak hanya datang dari Distrik Mimika Timur, tetapi juga dari kawasan perkotaan Timika dan distrik lainnya untuk mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka senang karena bisa langsung mendapatkan pelayanan dari beberapa dokter spesialis,” ujar Onna saat diwawancarai Papuadaily melalui sambungan telepon, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi Puskesmas Mapurujaya menjadi lokasi bakti kesehatan IDI. Sebanyak 69 dokter umum dan 15 dokter spesialis hadir, mencakup spesialis ortopedi, bedah, jantung, gizi klinik, gigi, saraf, hingga andrologi.
“Daripada harus pergi ke rumah sakit dan menunggu jadwal dokter, ketika dokter spesialis datang langsung ke puskesmas, masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan yang tersedia,” katanya.
Kehadiran dokter spesialis ortopedi sangat dirasakan manfaatnya. Beberapa pasien dengan masalah tulang dan anggota gerak mendapatkan pemeriksaan langsung, di antaranya pasien yang membutuhkan penanganan serius hingga amputasi. Sekitar 4 hingga 5 pasien berpotensi mendapatkan bantuan kaki palsu melalui kegiatan tersebut.
Pelayanan dan pembagian obat berlangsung hingga pukul 18.00 WIT, dan seluruhnya diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Mimika Masih Sangat Membutuhkan Dokter Ortopedi
Di balik tingginya antusiasme, Onna menyoroti kebutuhan mendesak akan kehadiran dokter spesialis ortopedi di Kabupaten Mimika.
“Di Mimika, kami masih membutuhkan dokter ortopedi, sedangkan kasus kecelakaan yang mengakibatkan patah tulang hingga harus diamputasi cukup banyak. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan dokter spesialis ortopedi,” ungkapnya.
Kecelakaan di wilayah Mimika Timur dapat terjadi setiap minggu. Faktor kondisi jalan yang berkelok-kelok, pengaruh minuman keras, dan kurangnya kesadaran keselamatan menjadi perhatian. Puskesmas memberikan penanganan awal sebelum merujuk pasien ke rumah sakit untuk tindak lanjut. Ia berharap RSUD Mimika maupun Rumah Sakit Caritas ke depan dapat menyediakan dokter spesialis ortopedi secara tetap.
Berharap Pelayanan Berlanjut dan Merata
Onna berharap kegiatan Bakti Noken Medis tidak hanya berhenti di tahun ini, tetapi dapat dilaksanakan secara berkala. Ia juga berharap pelayanannya tidak hanya terpusat di satu distrik, tetapi dapat bergilir ke wilayah lain agar lebih banyak masyarakat yang dapat terjangkau.
“Semoga teman-teman IDI bisa terus melaksanakan kegiatan seperti ini, mungkin setiap tahun, dengan menghadirkan dokter spesialis. Namun, pelaksanaannya jangan hanya berfokus pada distrik kami. Mungkin tahun depan bisa dilaksanakan di distrik lain,” tuturnya.





