News  

BPBD Mimika Siaga Dampak El Nino, Siapkan Armada Suplai Air Bersih

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded. (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika telah melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan dan potensi kebakaran lahan sejak Juni 2026.

Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat pemaparan dari Kepala BMKG terkait potensi fenomena El Nino yang berdampak terhadap peningkatan suhu dan kondisi kering.

“BPBD sudah dari bulan Juni, awal Juni. Kepala BMKG sudah datang ketemu saya. Jadi mereka sudah presentasi tentang El Nino itu,” kata Agustina, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, sejak saat itu BPBD Mimika terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca panas, kekeringan, serta potensi kebakaran.

“Kami dari BPBD sudah kasih imbauan ke masyarakat. Itu sudah, ulang-ulang, kami kasih imbauan ke masyarakat tentang El Nino terkait panas,” ujarnya.

Selain sosialisasi, BPBD juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dilaporkan mengalami kebakaran. Salah satunya di kawasan Hasanuddin, Distrik Mimika Baru.

“Kemarin juga kami dari tim BPBD sudah turun ke lokasi-lokasi sesuai yang disampaikan ke kami lewat WA Kadisik Mimika Baru. Kemarin ke sana itu di lokasi Hasanuddin, ke Petrosea itu, ada lahan kosong yang terbakar,” jelasnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan dua armada untuk memadamkan api.

“Jadi kami dari tim BPBD kemarin dua armada sudah turun dan apinya sudah di lahan yang terbakar sudah diamankan,” ungkap Agustina.

Pantau Enam Distrik

Agustina mengatakan BPBD kembali memperkuat sosialisasi kepada masyarakat di enam distrik wilayah kota, terutama pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi terdampak kekeringan maupun kebakaran.

“Setelah apel nanti, kita buat imbauan lagi. BPBD bikin imbauan kepada enam distrik di kota, sesuai dengan titik-titik yang disampaikan oleh Kadisik Mimika Baru,” katanya.

BPBD juga tengah menyiapkan Surat Keputusan (SK) pemantauan sebagai bagian dari langkah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Hari ini BPBD tugas untuk buat SK pemantauan. Jadi saya lagi koordinasi dengan Provinsi Papua Tengah tentang hal itu,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG yang diterima sebelumnya, periode El Nino diperkirakan berlangsung selama Juni hingga September, sementara hujan diperkirakan mulai kembali turun pada Oktober.

“Diperkirakan waktu itu Pak Kepala BMKG sampaikan itu, El Nino itu dari empat bulan, dari Juni, Juli, Agustus, September. Kalau Oktober sudah aman-aman, ada hujan-hujan. Tapi kekeringan kita waspada tentang hal itu,” jelasnya.

Siapkan Bantuan Air untuk Warga

Selain ancaman kebakaran, BPBD Mimika juga mengantisipasi dampak kekeringan terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.

Agustina meminta warga yang mengalami sumur kering atau kesulitan mendapatkan air untuk segera menghubungi pos pelayanan BPBD.

“Kami juga sampaikan nanti kalau yang begitu masyarakat bisa hubungi kami di pos pelayanan. Nanti kami bantu armadanya, bisa bantu air,” katanya.

Ia memastikan BPBD siap mengerahkan armada untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Yang penting ada masyarakat hubungi kami, kami pasti turun untuk membantu warga masyarakat yang kekeringan air. Karena kami punya armada, kami siap,” tegas Agustina.

BPBD juga menyiapkan armada baru hasil pengadaan tahun ini yang akan ditempatkan di kawasan pusat pemerintahan untuk memperkuat respons terhadap kondisi darurat di wilayah Mimika.

“Sekarang ada pos di pusat pemerintahan juga ada. Jadi kami di sini saja taruh armada barunya, pengadaan tahun ini,” pungkasnya.