BANTUL, Papuadaily – Dekranasda Kabupaten Mimika memperdalam pembelajaran terkait kerajinan anyaman dalam rangkaian studi tiru hari kedua di Kampung Piring, Sanden, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/11/2025).
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk kriya Mimika agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Rombongan Dekranasda Mimika mengunjungi Lutfi Craft, sebuah rumah produksi home decor berbahan serat alam yang telah lama menjadi pemain besar di pasar ekspor.
Di lokasi ini, rombongan diterima langsung oleh Heru, pemilik Lutfi Craft, yang dikenal berpengalaman panjang dalam industri dekorasi rumah berbahan anyaman.
Dalam sesi diskusi, Heru memaparkan proses panjang produksi home decor sejak penentuan bahan baku, mulai dari enceng gondok, mendong, tikar, hingga proses penganyaman yang memiliki beragam motif dan teknik, menentukan bentuk dan karakter produk akhir.
“Setelah dianyam, produk masih melalui beberapa tahap finishing sebelum siap dipasarkan,” jelasnya.
Lutfi Craft saat ini memiliki kontrak ekspor bernilai sekitar Rp500 juta per bulan atau setara dengan pengiriman satu kontainer setiap bulan ke pasar Eropa dan Amerika.
Besarnya permintaan membuat Heru mengutamakan pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga di daerah sekitar. “Ada lebih dari 100 ibu-ibu yang kami bina dan terlibat dalam proses menganyam,” katanya.
Tingginya kebutuhan global terhadap produk home decor berbahan alami turut dibenarkan oleh Widhiyani Mokhamad, Dewan Pembina Dekranasda Mimika. Ia menuturkan bahwa saat melakukan kunjungan ke sejumlah buyer di Eropa, para pembeli menyampaikan bahwa permintaan produk serat alam dari Indonesia masih sangat besar.
“Mereka masih membutuhkan banyak suplai dari Indonesia. Pasarnya sangat terbuka,” ujarnya.
Melalui studi tiru ini, Dekranasda Mimika berharap dapat membawa pulang praktik terbaik yang nantinya bisa diterapkan dalam pemberdayaan mama-mama penganyam di Mimika.
Menurut Widhiyani, diharapkan kolaborasi, teknik baru, serta peningkatan standar kualitas dapat mendorong perkembangan signifikan industri anyaman daerah, sekaligus membuka peluang lebih besar menuju pasar ekspor.
Dengan potensi bahan baku lokal yang melimpah serta keterampilan pengrajin yang terus ditingkatkan, kerajinan anyaman Mimika dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di kancah internasional.




