Timika, Papuadaily – Kawasan poros Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Leo Mamiri, Timika, kembali ramai oleh para pendulang emas pada Kamis (26/3/2026).
Kehadiran warga ini bertujuan untuk menjual hasil dulangan mereka ke toko-toko pembelian emas yang berada di area tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 08.00 WIT, para pendulang tampak berkumpul di depan deretan ruko, menanti dimulainya aktivitas transaksi.
Meskipun suasana cukup padat, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau tetap mengalir, meski pengendara diimbau berhati-hati karena masih terdapat sisa material dan sampah di sepanjang jalur Pertigaan PIN Seluler hingga Pertigaan Gorong-Gorong.
Hingga menjelang siang, aktivitas perdagangan di toko emas tujuan para pendulang belum menunjukkan tanda-tanda operasional.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pendulang yang mengandalkan hasil penjualan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.
Seorang pendulang yang tak ingin namanya disebut, mengungkapkan harapannya agar transaksi bisa segera dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sampai hari ini toko belum buka, kita mau penuhi kebutuhan di rumah juga belum ada uang karena emas belum terjual,” ujarnya.
Kondisi hari ini merupakan kelanjutan dari dinamika yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Pada Selasa 24 Maret 2026, terjadi penyampaian aspirasi yang sempat menyebabkan pengalihan arus lalu lintas di poros penghubung Ahmad Yani – Leo Mamiri pada siang dan sore hari.
Kemudian, pada Rabu 25 Maret 2026, aktivitas massa sempat menghambat akses jalan utama sejak pagi hari. Namun, berkat pendekatan persuasif dari aparat keamanan, situasi berhasil diredam.
Personel keamanan dari Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru tetap siaga di lokasi untuk memastikan ketertiban umum.
Petugas mengedepankan komunikasi yang humanis agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif dan masyarakat berharap aktivitas jual-beli emas dapat segera kembali normal.






