Timika, PapuaDaily — Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Bupati Deiyai dan Bupati Dogiyai akan turun langsung ke Kapiraya guna melihat sekaligus menangani situasi yang berkembang di wilayah tersebut.
Kesepakatan itu diambil dalam rapat lanjutan penanganan konflik sosial di Kapiraya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Timika, Rabu (25/2/2026).
Dalam pernyataannya, Bupati Mimika menegaskan pentingnya tanggung jawab moral bagi seluruh pihak yang memiliki jabatan maupun latar belakang pendidikan agar tidak mengorbankan masyarakat akibat konflik yang terjadi.
“Saya berharap kita semua yang punya jabatan dan pendidikan jangan sampai mengorbankan masyarakat,” tegasnya.
Johannes Rettob menuturkan bahwa selama ini kondisi sosial di Kapiraya relatif aman dan harmonis. Masyarakat dari Suku Mee dan Kamoro telah lama hidup berdampingan secara damai, bahkan membangun ikatan keluarga melalui pernikahan serta menjalani kehidupan bersama tanpa konflik berarti.
“Di sana sebenarnya aman. Orang Mee dan Kamoro sudah lama hidup bersama, saling menikah, bersekolah, dan menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan kembali situasi yang kondusif serta menelusuri akar persoalan yang sesungguhnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh opini di media sosial maupun pemberitaan yang belum tentu sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat kita dijadikan korban oleh pihak-pihak yang membangun opini dan membesar-besarkan sesuatu yang belum tentu terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Mimika menekankan pentingnya sikap netral dalam penanganan konflik. Menurutnya, keberpihakan atau adanya kepentingan tertentu hanya akan menghambat upaya penyelesaian secara objektif.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan tim dan menyatakan kesiapan untuk turun langsung ke Kapiraya, guna memastikan situasi tetap terkendali serta mencari solusi terbaik yang adil bagi seluruh pihak.








