banner 728x250

Jejak CCTV Ungkap Tragedi Berdarah di Halaman Masjid Al-Azhar Timika

Proses olah TKP di lokasi korban ditemukan meninggal dunia. (Foto: Istimewa)

Timika, Papuadaily – Kepolisian Resor (Polres) Mimika berhasil mengungkap pelaku di balik peristiwa penganiayaan sadis yang merenggut nyawa seorang pria berinisial MLA (30) di Jalan Bhayangkara, Jalur 1, Timika, pada Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi mengidentifikasi tersangka berinisial JCT yang melakukan aksi penyerangan menggunakan senjata tajam di halaman Masjid Al-Azhar.

Insiden maut ini diduga kuat dipicu oleh pertikaian setelah konsumsi minuman keras, di mana tersangka mengklaim sempat diserang terlebih dahulu oleh korban sebelum akhirnya melakukan serangan balik yang fatal.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa pengungkapan kasus ini dilakukan secara cepat melalui olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dipimpin oleh KBO Satreskrim Polres Mimika dan Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan dengan jelas detik-detik tersangka JCT mengayunkan sebilah parang berkali-kali ke arah korban hingga mengakibatkan luka parah yang berujung pada kematian.

“Tim gabungan bergerak cepat setelah memeriksa rekaman CCTV di halaman masjid yang merekam dengan jelas aksi penganiayaan tersebut; saat ini tersangka telah berhasil diidentifikasi dan proses hukum sedang berjalan,” ujar Iptu Hempy Ona dalam keterangannya.

Kronologi kejadian bermula pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIT, saat pelaku diketahui mengonsumsi minuman keras jenis sopi bersama seorang saksi.

Sekembalinya ke rumah pada pukul 02.00 WIT, pelaku mengaku dihadang oleh korban yang mencoba menikamnya dengan pisau.

Namun, pelaku berhasil menghindar dan justru mengambil parang dari dapur untuk mengejar korban hingga ke area masjid. Di sanalah korban terjatuh dan menjadi sasaran kemarahan pelaku.

Usai melakukan aksinya, pelaku membuang barang bukti parang ke atas atap sebuah pondok penjual pinang sebelum melarikan diri, sementara jenazah korban saat ini masih disemayamkan di RSUD Kabupaten Mimika.