Timika, Papuadaily – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mimika menjadikan lomba cerita rakyat sebagai salah satu upaya melestarikan budaya sekaligus membangun karakter anak-anak Papua, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (20/7/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mimika, Firon Balinol Mom, mengatakan lomba cerita rakyat menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda sejak usia dini agar mereka memahami identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Lomba cerita rakyat ini untuk masa depan anak-anak Papua, khususnya dua suku besar, Amungme dan Kamoro, serta suku-suku kerabat lainnya. Karakter mereka harus dibentuk mulai sekarang agar ke depan bisa mandiri dan berkembang dengan baik,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Firon, pelaksanaan lomba tahun ini masih berfokus pada cerita rakyat suku Kamoro. Sementara pada 2027 mendatang, Dinas Perpustakaan menargetkan lomba tersebut juga akan mencakup cerita rakyat suku Amungme, bahkan beberapa suku lainnya di Mimika.
“Tahun ini fokus di Kamoro karena menyesuaikan program dan anggaran. Tahun depan kami kejar agar Amungme dan Kamoro sama-sama masuk, bahkan beberapa suku lain juga,” katanya.
Selain menyelenggarakan lomba, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan buku cerita rakyat sebagai media pembelajaran budaya. Buku cerita rakyat suku Kamoro telah selesai disusun dan direncanakan diluncurkan dalam waktu dekat. Sementara itu, penyusunan buku cerita rakyat suku Amungme ditargetkan dimulai pada tahun depan.
“Anak-anak harus belajar dari cerita budaya mereka sendiri, bagaimana budaya Amungme, bagaimana budaya Kamoro. Dari situ kemampuan dan pemahaman mereka akan berkembang,” jelasnya.
Ia berharap para pemenang lomba tingkat kabupaten nantinya dapat mewakili Mimika pada ajang serupa di tingkat Provinsi Papua Tengah hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Dalam sambutan, Ketua Panitia, Martha, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan budaya lokal.
Selain itu, lomba juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berbicara, membangun rasa percaya diri anak, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
“Tahun ini lomba diikuti oleh 28 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Tema yang diangkat adalah ‘Melalui Cerita Rakyat Kita Melestarikan Budaya dan Meningkatkan Literasi Generasi Muda’,” kata Martha.






