Timika, Papuadaily – Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berdampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat dan program pemerintah. Salah satunya aktivitas pendidikan yang sempat dihentikan sementara di SMP Negeri 9.
Kepala Distrik Kwamki Narama, Edwin Hanuebi, mengatakan kegiatan belajar mengajar di tingkat SD dan SMP saat ini telah kembali berjalan setelah sebelumnya sempat dihentikan selama satu hingga dua hari.
“Untuk minggu lalu memang ada sedikit kendala, khususnya di SMP Negeri 9, sehingga sementara kami belum bisa melaksanakan pelayanan pendidikan. Tetapi untuk minggu ini, kegiatan pendidikan SD dan SMP sudah berjalan kembali,” ujar Edwin saat ditemui wartawan Timika pada 8 September 2026.
Menurut Edwin, penghentian sementara kegiatan di SMP Negeri 9 dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keselamatan guru dan siswa menyusul insiden keamanan yang terjadi di sekitar lokasi sekolah.
Ia mengatakan lokasi sekolah berada tidak jauh dari kawasan tempat tinggal salah satu korban dalam insiden terakhir.
“Saya minta untuk sementara istirahat dulu satu sampai dua hari, sampai proses pemakaman dan kegiatan lainnya selesai. Ini menyangkut keamanan tenaga pendidik, guru, kepala sekolah dan siswa,” katanya.
Keputusan tersebut, kata dia, bukan berarti aktivitas pendidikan dihentikan sepenuhnya. Setelah situasi dinilai lebih memungkinkan, kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan pada pekan ini.
“Jangan sampai kita tidak tahu dampaknya terhadap tenaga pendidikan, guru, kepala sekolah dan anak-anak didik kita. Jadi kita menjaga keselamatan terlebih dahulu,” ujarnya.
Pembangunan di Sejumlah Wilayah Terkendala
Selain pendidikan, situasi keamanan juga berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program pembangunan pemerintah di wilayah Kwamki Narama.
Edwin menyebut beberapa titik yang mengalami kendala, terutama di Kampung Amole dan Kampung Meekurima.
Namun, ia memastikan program pemerintah di sejumlah wilayah lainnya masih berjalan.
“Kalau di beberapa kampung seperti Kampung Damai, kampung Bintang Lima, kampung Tunas Matoa dan Kelurahan Lamopi, program pemerintah tetap berjalan,” jelasnya.
Menurut Edwin, kondisi keamanan membuat pelaksana kegiatan, khususnya pihak yang berasal dari luar wilayah, membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah distrik maupun aparat keamanan sebelum melaksanakan kegiatan di lapangan.
Meski demikian, pemerintah distrik berupaya agar program pembangunan tetap berjalan sehingga masyarakat tidak kehilangan akses terhadap pelayanan dan pembangunan pemerintah.
Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
Sementara itu, pelayanan kesehatan di Distrik Kwamki Narama disebut tetap berjalan meskipun situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif.
Edwin mengatakan pelayanan kesehatan dilakukan dengan sistem pembagian shift untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan.
“Untuk pelayanan kesehatan tetap berjalan. Dalam kondisi apa pun pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Kami membagi pelayanan dalam beberapa shift,” katanya.
Ia menilai keberlangsungan pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan, membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak hanya menyerahkan persoalan keamanan kepada aparat, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Kalau masyarakat menyadari bahwa pendidikan untuk anak-anak kita itu penting, maka kita sendiri yang harus ikut menjaga keamanan. Jangan kita hanya berharap kepada kepolisian atau Polsek, karena tugas mereka juga banyak,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Jaga Kamtibmas
Edwin juga mengajak tokoh masyarakat, intelektual, pihak gereja, perempuan dan pemuda untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah Kwamki Narama.
Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan dapat terus berjalan dan dirasakan masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama tokoh-tokoh masyarakat, intelektual, pihak gereja, perempuan dan pemuda, mari kita berkolaborasi membangun Kwamki Narama. Karena tanpa kita semua, pembangunan di Kwamki Narama tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan,” katanya.
Ia menyebut masyarakat di sembilan kampung dan satu kelurahan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan di wilayah tersebut.
“Mari kita menjunjung tinggi kondisi keamanan yang ada di Kwamki Narama, supaya pembangunan bisa hadir dan masyarakat Kwamki Narama juga bisa merasakan pembangunan yang diberikan pemerintah,” ujarnya.
Edwin berharap masyarakat dapat membantu aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas sehingga aktivitas sosial, pelayanan publik dan pembangunan dapat kembali berjalan secara maksimal.
“Keamanan ini penting, bagian dari hidup kita masing-masing. Tanpa kita aman, kita tidak bisa melakukan aktivitas sosial yang ada di wilayah Distrik Kwamki Narama,” pungkasnya.







