News  

Tiga Warga Sipil Tewas di Yahukimo, Koops TNI Habema: Korban Bukan Agen Intelijen

Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna

Timika, Papuadaily – Koops TNI Habema menegaskan tegas bahwa tiga warga sipil yang tewas dalam insiden penembakan di Jalan Trans, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, sama sekali bukan agen intelijen maupun pihak yang bekerja sama dengan TNI.

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas klaim kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo yang menuduh ketiga korban sebagai agen intelijen.

Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tuduhan itu tidak benar. Ketiga korban adalah warga sipil biasa dan tidak memiliki keterlibatan maupun kerja sama apa pun dengan TNI. Kami tegas menyatakan tuduhan yang dialamatkan kepada para korban itu tidak berdasar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (20/7/2026). Tiga korban terdiri dari sepasang suami istri berinisial KK beserta istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Hingga saat ini, identitas lengkap korban perempuan tersebut masih dalam proses pendalaman dan verifikasi oleh aparat berwenang.

Kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo sendiri, melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, telah mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.

Pihak Koops TNI Habema menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dan mengecam keras segala bentuk kekerasan yang menyasar masyarakat sipil tak berdosa.

“Kami menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan yang menjadikan warga sipil sebagai sasaran. Kehadiran aparat keamanan semata-mata bertujuan menghadirkan rasa aman, agar masyarakat bisa beraktivitas normal: bekerja, bersekolah, beribadah, dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa rasa takut,” tegasnya.

Lebih lanjut, aparat akan terus melakukan penyelidikan, pengejaran, serta penindakan terhadap para pelaku secara selektif, terukur, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pihaknya juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. “Mari kita jaga bersama situasi kondusif demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Wirya.

Penulis: CrystalEditor: Terry