News  

Bukan Kabut Biasa, Dinkes Mimika Ingatkan Warga Waspada Asap dan Risiko ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs. (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Langit Timika, Kabupaten Mimika belakangan ini tampak diselimuti kabut tebal. Namun, warga diminta waspada sebab ini bukan kabut biasa, melainkan kabut asap dampak kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah dan kiriman dari kabupaten tetangga.

Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan kondisi yang terlihat saat ini perlu diwaspadai karena bukan sekadar kabut akibat perubahan cuaca.

“Yang kita lihat ini sebenarnya bukan kabut murni, melainkan kabut yang bercampur dengan asap. Itu yang harus kita waspadai,” ujarnya saat ditemui awak media di Timika, Senin (24/8/2026).

Paparan asap, lanjutnya, perlu diantisipasi karena dapat memicu gangguan saluran pernapasan, sekaligus meningkatkan risiko peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Himbauan kami kepada seluruh warga Kabupaten Mimika: mulai saat ini, setiap beraktivitas di luar rumah, gunakanlah masker untuk melindungi diri dari paparan asap,” imbaunya.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada anak-anak sekolah. Selain perjalanan dari rumah menuju sekolah, siswa juga memiliki aktivitas di luar ruangan pada jam istirahat yang membuat mereka lebih lama terpapar udara yang kurang sehat.

“Lebih khusus lagi kepada anak-anak sekolah. Mereka tidak hanya berangkat dan pulang ke sekolah, tetapi juga memiliki waktu istirahat di mana mereka beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.

Lingkungan sekolah juga menjadi perhatian utama, mengingat penyebaran ISPA dapat berlangsung sangat cepat ketika para siswa berada dalam satu ruangan tertutup dalam waktu yang lama.

“Jika ada satu anak batuk, kemungkinan besar akan menular kepada teman-temannya. Mereka berada bersama dalam satu ruangan berjam-jam, sehingga penyebaran ISPA bisa sangat cepat terjadi,” ungkapnya.

Godfried mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga jumlah kasus ISPA meningkat baru mengambil langkah pencegahan. Kewaspadaan dini dan kebiasaan memakai masker sejak dini menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus.

“Mari mulai biasakan diri menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar rumah. Jangan tunggu sampai jumlah kasus meningkat baru kita bertindak,” tegasnya.

Kewaspadaan ini diharapkan tetap ditingkatkan dalam beberapa hari hingga minggu ke depan, seiring perubahan cuaca dan masih berpotensinya kebakaran di sejumlah wilayah Papua.

“Kita harus mengantisipasi hal ini sejak dini, agar jumlah kasus ISPA di Kabupaten Mimika tidak meningkat tajam,” pungkasnya.