Mimika  

Hadiri Upacara HUT ke-30 Mimika, Wagub Papua Tengah Soroti Miras, HIV, dan Konflik Antarkelompok

banner 468x60

Timika, Papuadaily – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mengingatkan masyarakat Kabupaten Mimika agar menjauhi minuman keras (miras), mewaspadai penularan HIV, dan menghentikan konflik antarkelompok. Ia menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci bagi masyarakat Papua untuk membangun daerah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin (12/10/2026).

banner 325x300

Dalam sambutan, Deinas menyampaikan tiga pesan utama di luar agenda resmi perayaan HUT. Ia menilai persoalan minuman keras, HIV, dan konflik antarkelompok perlu menjadi perhatian bersama demi masa depan masyarakat Papua.

Pesan pertama ditujukan kepada kaum muda agar menjauhi konsumsi minuman keras. Ia menyebut angka kematian akibat pengaruh alkohol mencapai 800 orang di delapan kabupaten, atau rata-rata 100 orang per kabupaten. Namun, angka tersebut masih perlu dikonfirmasi berdasarkan data dan periode pencatatannya.

Deinas mengingatkan generasi muda agar menghargai pengorbanan orang tua yang telah merawat, membesarkan, dan menyekolahkan mereka.

“Pada kesempatan ini saya mengingatkan khusus untuk pemuda-pemudi, tolong berhentikan minuman. Berhenti atau stop minuman,” pesannya.

Pesan kedua berkaitan dengan HIV. Ia menyebut jumlah kasus HIV di Kabupaten Nabire telah mencapai 2.000 kasus. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan penularan HIV.

Sementara itu, pesan ketiga ditujukan kepada masyarakat dari kelompok suku Lani atau Dani, khususnya yang berasal dari Kabupaten Puncak Jaya dan wilayah sekitarnya, agar menghentikan konflik antar kelompok yang terjadi di Mimika.

Menurutnya, pertikaian antar sesama masyarakat Papua hanya akan menimbulkan korban dan menghambat pembangunan daerah.

“Kita orang Papua harus jadi satu. Tapi kalau kita dengan kita berperang terus, kapan Papua ini berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, DPR, kepala distrik, kepala kampung, dan masyarakat, untuk bersatu membangun Kabupaten Mimika.

Deinas menegaskan bahwa Mimika merupakan milik bersama seluruh masyarakat, tanpa memandang suku dan asal daerah. Karena itu, semangat kebersamaan harus menjadi landasan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

Menutup sambutannya, ia berharap momentum HUT ke-30 Kabupaten Mimika menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga generasi muda, dan bersama-sama membangun masa depan Papua Tengah.