Mimika  

Bupati John Tekankan Peningkatakan Kualitas SDM untuk Masa Depan Mimika

banner 468x60

Timika, Papuadaily – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (12/10/2026), berlangsung di tengah kondisi udara yang diselimuti asap yang disebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Merauke.

Upacara dengan tema “Dirgahayu ke-30 Kabupaten Mimika Tahun 2026 Menuju Gerbang Emas” tersebut dilaksanakan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3.

banner 325x300

Pantauan Papuadaily di lapangan, ratusan aparatur sipil negara (ASN) menghadiri upacara dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.

Sebagian peserta terlihat menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan asap. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Meski udara diselimuti asap, upacara peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika tetap berlangsung. Salah satu rangkaian kegiatan ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa perjalanan 30 tahun Kabupaten Mimika menjadi modal pengalaman dan pembelajaran untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing juga menjadi hal penting dalam mempersiapkan masa depan Mimika.

Johannes mengakui, pembangunan Kabupaten Mimika masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika untuk meningkatkan disiplin, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan atau pembangunan fisik yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Jadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Johannes juga mengajak dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, mewujudkan Mimika menuju Gerbang Emas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

Pemerintah berperan menetapkan arah kebijakan dan memberikan pelayanan, sementara dunia usaha diharapkan mendorong terbukanya peluang ekonomi. Di sisi lain, tokoh masyarakat dan berbagai elemen sosial berperan menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Generasi muda juga diharapkan menjadi penggerak perubahan melalui gagasan, kreativitas, energi, dan semangat untuk membangun daerah.

Menutup sambutannya, Johannes mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-30 Kabupaten Mimika sebagai kesempatan untuk terus bertumbuh, bergerak bersama, dan membangun Mimika sebagai rumah yang memberikan harapan bagi semua.