banner 728x250

Dari Menolong ke Kehilangan Nyawa: Kisah Tragis Laka Lantas di Mimika

Jenazah korban saat berada di ruang jenazah RSUD Mimika, Selasa (17/3/2026). Foto: Humas Polres Mimika

Timika, Papuadaily – Kecelakaan maut menyisakan duka mendalam terjadi tepat di depan PT Bulog (Kapsulan), Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 06.50 WIT.

Kasi Humas Polres Mimika, IPTU Hempy Ona, dalam keterangan resminya pada Selasa malam, mengonfirmasi peristiwa memilukan yang melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu unit mobil Toyota Avanza tersebut.

Berdasarkan kronologi awal, sepeda motor yang melaju dari arah Timika Mall menuju SP1 tak terelakkan menghantam mobil yang tengah melakukan putar balik di lokasi kejadian.

Benturan keras itu mengakibatkan pengendara motor berinisial FW terkapar dengan luka robek di bibir serta dugaan patah tulang kaki kanan. Ia kini tengah berjuang pulih di ruang perawatan RSUD Kabupaten Mimika.

Pengemudi mobil berinisial DAR, yang dengan sigap menunjukkan tanggung jawab moralnya dengan mengantar korban ke rumah sakit, justru menemui takdir yang tragis tak lama setelah tugas kemanusiaannya tuntas.

“Sesampainya di rumah, pengemudi dilaporkan sempat jatuh dan tidak sadarkan diri. Keluarga kemudian membawanya kembali ke RSUD Mimika,” kata IPTU Hempy.

Nahas, nyawa DAR tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah sempat tiba kembali di kediamannya, meninggalkan tanda tanya besar mengenai penyebab kepergiannya yang mendadak.

Hingga saat ini, teka-teki medis di balik meninggalnya DAR masih dalam pendalaman intensif. Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan tim medis untuk memastikan apakah ada kaitan langsung antara syok akibat kecelakaan tersebut dengan kematian sang pengemudi, ataukah ada faktor kesehatan lain yang memicu kondisi fatal tersebut.

Kedua kendaraan yang kini ringsek dengan taksiran kerugian material mencapai Rp30 juta telah diamankan di Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Mimika sebagai barang bukti penyelidikan.

Di tengah suasana duka ini, Polres Mimika mengeluarkan imbauan keras namun menyentuh agar masyarakat lebih waspada.

Kehati-hatian saat melakukan putar balik dan pengendalian kecepatan bukan sekadar aturan, melainkan harga yang harus dibayar untuk keselamatan nyawa.

Kepolisian meminta kedua belah pihak keluarga untuk tetap menahan diri serta menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwenang agar keadilan dan kebenaran dapat terungkap sepenuhnya.