News  

Sikapi Penanganan Warga Pasca Penculikan di Jila, Tokoh: Copot Kadistrik

Ilustrasi

Timika, Papuadaily – Tokoh masyarakat Jila sekaligus mantan anggota DPRD Mimika, Yohanes Kibak, menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambannya penanganan dampak insiden penculikan sembilan wanita yang terjadi sejak 17 Agustus lalu di wilayah Distrik Jila.

Hingga kini, telah berjalan hampir tiga bulan, namun warga masih kesulitan menjalankan aktivitas bertani maupun kegiatan sehari-hari. Ia menuntut Pemerintah Distrik Jila segera bertindak, mengingat belum ada kemajuan nyata dalam menanggulangi situasi darurat yang dihadapi masyarakat.

banner 325x300

Menurut Yohanes, warga Jila saat ini hidup dalam ketakutan dan kesulitan bergerak, terjepit di antara berbagai tekanan. Warga kesulitan pergi berkebun maupun keluar kampung, sementara bantuan yang telah disiapkan pemerintah belum tersalurkan dengan baik.

“Masyarakat di sana banyak yang susah mau berkebun, susah bergerak. Sementara pemerintah jangan diam. Sudah hampir tiga bulan, tapi belum ada penanganan yang serius,” ujarnya saat ditemui Papuadaily, Jumat (25/9/2026).

Ia menuding lemahnya respons Kepala Distrik Jila sebagai penyebab utama tertundanya penanganan darurat tersebut. Pemerintah kabupaten dikabarkan sudah menyiapkan bantuan, namun penyaluran terhambat karena Kepala Distrik dinilai tidak mampu bekerja secara cepat dan tanggap.

“Saya minta kepada Bupati, segera ganti Kepala Distrik Jila dalam waktu dekat, paling lambat bulan ini. Kalau tidak, saya sendiri yang akan memimpin demonstrasi ke pemerintah daerah dan menutup Kantor Bupati,” tegasnya.

Yohanes menegaskan, penempatan pejabat di wilayah perbatasan dan rawan seperti Jila haruslah orang yang berani, mampu, dan bertanggung jawab, bukan mereka yang ragu-ragu atau beralasan kekurangan sarana.

“Kalau orang tidak mampu, tidak boleh bertugas di bagian terdalam. Jangan cari alasan tidak ada kendaraan, tidak ada biaya. Itu bukan alasan. Pemerintah ada, anggaran ada, tinggal dilaksanakan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah melaporkan situasi ini kepada Bupati secara langsung, namun belum ada tindak lanjut. Bantuan berupa 25 karung beras dan bahan makanan lain yang dikirimkan pun belum sampai ke tangan warga yang membutuhkan.

“Warga hidup dalam ketakutan. Tertekan dari segala sisi. Pemerintah harus tanggap darurat, harus segera bertindak. Jangan diam saja. Kalau sampai akhir bulan ini tidak ada perubahan, saya pimpin warga turun ke jalan. Saya Yohanes Kibak, mantan DPR dan tokoh masyarakat Jila, saya tidak main-main soal ini,” ungkapnya.

Pernyataan tegas ini disampaikan Yohanes Kibak sebagai peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten agar segera mengevaluasi kinerja Kepala Distrik Jila dan mempercepat penanganan darurat kemanusiaan di wilayah tersebut.

Penulis: TerryEditor: Sevianto