banner 728x250
News  

Bupati Mimika Pastikan Alat Berat Segera Dikeluarkan dari Kapiraya

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Dok/Papuadaily)

​Timika, Papuadaily – Bupati Mimika, Johannes Rettob memastikan alat berat akan segera dikeluarkan dari Kapiraya sebagai tindaklanjut upaya stabilitas keamanan serta meredam konflik di wilayah tersebut.

Hal ini ditegaskan Bupati John saat ditemui wartawan pada Jumat 27 Februari 2026 malam di Mako Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah usai bersama Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jeremias Rontini melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kapiraya dan Kilometer 1 untuk memantau situasi keamanan dan mendengarkan aspirasi masyarakat setempat.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi oleh jajaran pimpinan daerah, diantaranya Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Danyon B Pelopor Kompol Umbu Sairo, serta Plt. Kepala Kesbangpol Mimika Alfasiah.

​Bertolak dari Helipad Bandara Mozes Kilangin Timika, rombongan mengawali peninjauan dengan melakukan pemantauan udara menggunakan pesawat untuk melihat kondisi geografis dan situasi terkini di wilayah tersebut.

Setelah itu, rombongan mendarat di Kampung Kapiraya dan melanjutkan perjalanan ke area pelabuhan di Kilometer 1. Di lokasi tersebut, Bupati bertemu langsung dengan masyarakat Suku Kamoro dari lima kampung yang telah menunggu kedatangan pemerintah.

Dalam diskusi singkat itu, warga menyampaikan berbagai keluhan dan harapan agar pemerintah daerah hadir secara nyata di tengah-tengah mereka.

“Mereka sudah curhat-curhatlah kepada kami. Intinya bahwa mereka ingin pemerintah hadir. Dan saya sudah sampaikan bahwa semua apa yang kamu (masyarakat Kamor di lokasi-red) sampaikan, semua persoalan-persoalan yang sudah kita dengar ini semua dari kamu, nanti kamu sampaikan kepada tim,” jelas Bupati John.

Lanjut dijelaskan Johannes bahwa sesuai hasil rapat di Grand Tembaga, tim teknis dijadwalkan akan turun langsung ke lapangan pada hari ini, Sabtu (28/2/2026) untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

​Bupati John juga menegaskan bahwa ia memastikan alat-alat berat yang berada di Kapiraya akan dikeluarkan.

Ia menyebutkan peninjauan udara bersama Kapolda bertujuan untuk memastikan koordinasi teknis penarikan alat-alat tersebut.

Johannes juga mengakui adanya sejumlah poin aspirasi khusus yang bersifat internal. Poin-poin tersebut akan dibahas lebih lanjut di tingkat Pemerintah Provinsi sebelum dipublikasikan secara luas.

Kunjungan ini diharapkan dapat mendinginkan suasana dan menjadi langkah awal penyelesaian konflik atau kendala pembangunan yang terjadi di wilayah perbatasan Mimika tersebut.