Timika, Papuadaily – Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi tiga jenazah yang diduga menjadi korban aksi kekerasan kelompok bersenjata OPM di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang terjadi pada Senin (21/7/2026).
Dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema TNI, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan bahwa korban yang ditemukan terdiri atas pasangan suami istri, Yentinus Kogoya dan Pam Wendakwe, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam yang identitasnya masih dalam penyelidikan (lidik).
Menurut Yudha, informasi mengenai peristiwa tersebut baru diterima Koops TNI Habema pada Rabu (22/7/2026). Setelah menerima laporan, pasukan segera dikerahkan untuk melaksanakan operasi evakuasi ke lokasi kejadian yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kota Yahukimo.
“Jarak dari lokasi kejadian menuju Yahukimo cukup jauh. Medannya sangat ekstrem, begitu juga dengan kondisi cuacanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat proses pencarian, personel lebih dahulu menemukan jejak darah. Setelah dilakukan penelusuran, sekitar pukul 11.40 WIT pasukan terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata.
“Karena keberanian pasukan dan tindakan yang terukur dalam menghadapi ancaman tersebut, situasi berhasil dikuasai sehingga jenazah dapat dievakuasi sekitar pukul 11.50 WIT pada 23 Juli 2026,” katanya.
Yudha mengungkapkan, kondisi kedua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi telanjang dan sangat tidak manusiawi. Kami mengecam keras tindakan yang sangat biadab ini,” tegasnya.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi menggunakan jalur udara dan tiba di RSUD Dekai sekitar pukul 14.40 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak yang berwenang.
Dalam kesempatan itu, Yudha juga membantah tuduhan kelompok OPM yang menyebut ketiga korban merupakan agen TNI.
“Tuduhan tersebut tidak benar. Bagi kami, keselamatan dan keamanan masyarakat Papua adalah perhatian utama,” ujarnya.
Terkait pelaku, ia mengatakan berdasarkan hasil dokumentasi dan informasi yang dihimpun aparat, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Kopi Tua Heluka.
Saat ini, Koops TNI Habema masih melaksanakan pengejaran terhadap kelompok tersebut dengan tetap mengedepankan perlindungan masyarakat sipil.
“Kami terus melaksanakan penegakan terhadap kelompok OPM dengan tetap memperhatikan batas-batas agar tidak terjadi korban masyarakat. Kami sangat selektif dalam menentukan sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah personel masih disiagakan di wilayah Yahukimo untuk melakukan penyekatan dan pengamanan, dengan tujuan memulihkan stabilitas keamanan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan lainnya secara normal.







