Pemkab Mimika Siapkan Nobar Piala Dunia 2026, Peluang Dongkrak Ekonomi UMKM

Ilustrasi AI

Jakarta, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menyiapkan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai tindak lanjut atas imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, surat edaran dari Menteri Dalam Negeri telah disampaikan kepada seluruh kepala daerah agar memfasilitasi kegiatan nobar sebagai sarana memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Ada surat dari Mendagri yang disampaikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk melaksanakan nonton bareng pertandingan FIFA. Tujuannya membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan UMKM,” kata Johannes Rettob saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Johannes, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hiburan semata, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Mimika.

Saat ini, persiapan pelaksanaan nobar tengah dikoordinasikan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Koperasi dan UKM.

Pemkab Mimika juga akan mengoptimalkan seluruh fasilitas videotron yang tersedia di wilayah Timika untuk menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026.

“Setiap malam pertandingan akan disiarkan melalui videotron yang ada,” ujarnya.

Untuk meningkatkan antusiasme masyarakat, khusus pertandingan semifinal hingga final akan dipusatkan di lokasi tertentu agar suasana kebersamaan lebih terasa.

Johannes mengungkapkan, laga final rencananya akan diselenggarakan di Gedung Eme Neme Yauware (EMY), salah satu fasilitas publik terbesar di Timika, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Final akan diputar di dalam Gedung Eme Neme Yauware. Kami juga akan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk hadir bersama,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Mimika masih mematangkan skema pelaksanaan karena terdapat sejumlah tantangan teknis, terutama terkait perbedaan zona waktu Papua dengan jadwal pertandingan yang berlangsung di Amerika Utara sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

Menurut Johannes, beberapa pertandingan diperkirakan berlangsung pada pagi hingga siang hari waktu Papua, sehingga berpotensi berbenturan dengan aktivitas kerja dan rutinitas masyarakat.

“Ini yang masih menjadi perhatian kami karena ada pertandingan yang waktunya bertepatan dengan jam kerja. Niatnya baik, tetapi kami juga harus mempertimbangkan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah masih mengkaji penentuan titik lokasi nobar yang paling strategis agar tujuan mempererat kebersamaan sekaligus memberdayakan UMKM dapat berjalan optimal.

“Kami akan segera menyampaikan jadwal dan undangan resmi kepada masyarakat,” kata Johannes.

Di tengah persiapan tersebut, Johannes juga mengungkapkan tim favoritnya di ajang sepak bola paling bergengsi dunia tersebut. Ia tetap menjagokan Brasil sebagai kandidat kuat peraih gelar juara.

“Saya punya tim favorit dari dulu, yaitu Brasil, dan saya yakin Piala Dunia 2026 ini Brasil akan juara,” pungkasnya.