banner 728x250
News  

Cuaca Ekstrem Ancam Perairan Mimika, Nelayan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi AI

Timika, Papuadaily – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca buruk yang diperkirakan melanda wilayah perairan Mimika dalam dua hari ke depan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, mengatakan kondisi cuaca saat ini didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. Situasi tersebut dinilai berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran maupun penangkapan ikan di wilayah perairan Mimika.

“Kondisi cuaca ini berisiko mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan di perairan Mimika,” ujar Agustina dalam laporan kesiapsiagaan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Mimika, Minggu (31/5/2026).

BPBD mencatat angin kencang yang terjadi berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang serta memperkuat arus laut dan arus muara sungai melebihi kondisi normal. Selain itu, hujan lebat juga dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan di perairan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Ancaman lainnya adalah potensi petir dan badai lokal yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dinilai sangat rawan bagi perahu-perahu kecil yang rentan oleng bahkan terbalik akibat perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Mimika menetapkan status kewaspadaan tinggi di sejumlah wilayah perairan, meliputi Perairan Pomako, Perairan Amar, Perairan Mimika Timur, Perairan Mimika Barat, Perairan Atuka, serta kawasan muara dan pesisir selatan Kabupaten Mimika.

Agustina mengimbau seluruh nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca sebelum berangkat melaut. Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan serta kesiapan sarana komunikasi selama berada di laut.

“Para pelaut wajib menggunakan pelampung keselamatan, membawa alat komunikasi yang memadai, dan segera mencari tempat berlindung apabila cuaca memburuk saat berada di tengah laut,” katanya.

Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan aktivitas ekonomi yang dilakukan di laut.

“Kondisi cuaca dan perairan berpotensi berubah secara cepat, terutama pada sore hingga malam hari. Keselamatan harus tetap diutamakan daripada hasil tangkapan,” tegasnya.

Saat ini, Pusdalops BPBD Kabupaten Mimika telah menyiagakan layanan darurat dan sistem pemantauan selama 24 jam guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya insiden di wilayah perairan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi darurat diminta segera menghubungi kontak resmi BPBD yang telah disediakan.