News  

Konflik Antar Keluarga di Kwamki Narama Berakhir, Bupati Ajak Warga Fokus Bangun Daerah

Timika, Papuadaily – Konflik yang selama ini terjadi di wilayah Kwamki Narama resmi diakhiri melalui kesepakatan damai yang disaksikan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga yang terlibat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah perang suku, melainkan konflik antar keluarga yang harus segera diakhiri demi menjaga persatuan dan masa depan masyarakat setempat.

“Ini bukan perang suku. Yang terjadi adalah konflik antar keluarga. Hari ini kita tutup konflik ini dan kita sepakat untuk hidup damai sebagai satu keluarga besar,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, upaya perdamaian sebenarnya telah beberapa kali dilakukan melalui berbagai pertemuan dengan kelompok-kelompok yang bertikai. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda hingga akhirnya dapat diwujudkan melalui deklarasi damai yang dilaksanakan saat ini.

Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak lagi mengungkit persoalan yang telah berlalu dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui jalur komunikasi serta koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam proses rekonsiliasi, mulai dari pimpinan daerah, anggota legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga tim yang selama ini aktif melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya perdamaian ini. Ini adalah hasil kerja bersama demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membawa maupun menggunakan alat-alat perang yang dapat memicu konflik baru. Ia berharap situasi keamanan yang kondusif dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.

Menurutnya, perdamaian yang tercipta harus menjadi titik awal bagi pembangunan di Kwamki Narama. Dengan berakhirnya konflik, masyarakat diharapkan dapat fokus membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Kwamki Naram harus kembali ramai dan berkembang. Kita bangun daerah ini menjadi lebih baik, menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan perdamaian tetap terjaga serta mendukung berbagai program pembangunan di wilayah tersebut.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar kedamaian yang telah disepakati dapat terus terpelihara.

Deklarasi damai tersebut disambut positif oleh masyarakat yang hadir dan diharapkan menjadi momentum baru bagi Kwamki Narama untuk bangkit, meninggalkan konflik, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih aman dan sejahtera.