GORONTALO, Papuadaily – Stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika kembali menjadi salah satu pusat perhatian pada hari keempat sekaligus penutupan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Puncak kegiatan nasional tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri, kepala daerah, serta ribuan peserta dari berbagai provinsi. Di tengah ramainya rangkaian acara, Stand Dekranasda Mimika terus dipadati pengunjung yang ingin melihat langsung produk-produk unggulan khas Papua Tengah.
Salah satu tamu yang menyempatkan diri berkunjung adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sulaiman. Dalam kunjungannya, ia mengamati berbagai produk kerajinan dan hasil karya pelaku usaha binaan Dekranasda Mimika, mulai dari noken, ukiran khas Papua, batik bermotif lokal, hingga aneka produk olahan dan kerajinan berbasis kearifan lokal.
Usai berkeliling, Andi Sulaiman memberikan apresiasi terhadap kualitas produk yang dipamerkan. Menurutnya, produk-produk unggulan Mimika tidak hanya memiliki nilai budaya yang kuat, tetapi juga telah memenuhi standar pemasaran modern.
“Stand Dekranasda Mimika luar biasa. Produk-produk yang ditampilkan sudah memenuhi standar marketplace,” ujar Andi Sulaiman.
Apresiasi tersebut dinilai menjadi pengakuan positif terhadap perkembangan kualitas produk UMKM dan kerajinan binaan Dekranasda Mimika yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan pasar. Selain mengangkat identitas budaya Papua Tengah, produk-produk tersebut dinilai memiliki daya saing untuk dipasarkan secara lebih luas melalui platform digital maupun jaringan pemasaran nasional.
Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika menyatakan bahwa keikutsertaan dalam PENAS KTNA XVII merupakan bagian dari strategi memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih besar bagi para perajin dan pelaku UMKM.
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk-produk asli Mimika tidak hanya kaya akan nilai budaya, tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional. Apresiasi dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produknya,” ujarnya.
Selama penyelenggaraan PENAS KTNA XVII, Stand Dekranasda Mimika menjadi salah satu stand yang konsisten ramai dikunjungi peserta, tamu undangan, hingga masyarakat umum. Pengunjung tidak hanya membeli produk, tetapi juga berdiskusi mengenai proses pembuatan, filosofi motif, serta potensi pengembangan kerajinan khas Papua Tengah.
Keikutsertaan Dekranasda Mimika pada ajang nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Papua Tengah ke tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui momentum PENAS KTNA XVII, pemerintah daerah berharap terbuka peluang kerja sama, investasi, dan jaringan pemasaran baru yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, meningkatkan kesejahteraan para perajin, serta memperkuat citra Mimika sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya dan produk kreatif yang berdaya saing tinggi.






