Bidik Pasar Internasional, Dekranasda Mimika Promosikan 26 Produk UMKM di HUT ke-46 Dekranas

Makassar, Papuadaily – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika memanfaatkan ajang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026 sebagai momentum memperkenalkan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Mimika ke pasar nasional hingga internasional.

Pada pameran yang digelar di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7), Dekranasda Mimika menampilkan 26 produk unggulan hasil karya para perajin dan pelaku UMKM lokal. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas yang dihadiri Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Dekranasda Mimika, Ny. Suzzy Rettob, turut memantau jalannya pameran sekaligus menerima kunjungan para kepala daerah beserta istri dari berbagai wilayah di Indonesia yang mendatangi stan Mimika untuk melihat maupun membeli produk-produk kerajinan yang dipamerkan.

Ketua Harian Dekranasda Mimika, Nella Manggara, mengatakan partisipasi dalam ajang nasional tersebut merupakan upaya memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk kerajinan dan UMKM asli Mimika.

“Dari Mimika kami membawa 26 produk unggulan UMKM, mulai dari ukiran, anyaman, aksesori, berbagai jenis kopi seperti kopi Amungme, arabika dan robusta, mahkota kasuari, mahkota cenderawasih, keripik buah mangrove hingga berbagai produk kerajinan lainnya,” ujar Nella di Makassar.

Menurut dia, salah satu produk yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah kain ekoprint yang dibuat oleh mama-mama Papua menggunakan pewarna alami yang berasal dari daun dan buah mangrove.

Nella menjelaskan, sejak dilantik sebagai Ketua Harian Dekranasda Mimika pada 23 April 2025, pihaknya terus aktif mengikuti berbagai agenda promosi dan pameran yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM.

“Selama ini Dekranasda selalu terlibat langsung mengangkat hasil karya yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif mama-mama Papua dan para perajin Nusantara yang ada di Kabupaten Mimika,” katanya.

Selain mengikuti berbagai pameran di tingkat daerah maupun nasional, Dekranasda Mimika juga memiliki ruang promosi permanen melalui Teras Mimika di Jakarta sebagai sarana pemasaran berbagai produk kerajinan dan hasil UMKM asal Kabupaten Mimika.

Ke depan, Dekranasda menargetkan produk-produk lokal tidak hanya dikenal di pasar nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional melalui berbagai ajang promosi.

“Kami berharap produk-produk UMKM Mimika semakin dikenal, baik di dalam negeri maupun luar negeri, terutama melalui berbagai ajang internasional,” ujar Nella.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pembinaan dan promosi UMKM melalui Dekranasda.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah mempercayakan Dekranasda sebagai mitra pemerintah untuk mendampingi para pelaku UMKM, mempromosikan sekaligus membantu memasarkan hasil kerajinan masyarakat demi meningkatkan perekonomian warga,” katanya.

Sementara itu, pada puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan bagi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing di pasar global.

Menurut Selvi, keberhasilan Dekranas dan Dekranasda tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, melainkan dari kemampuan organisasi menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para perajin.

“Tidak hanya kuantitas pembinaan yang dibutuhkan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menyasar persoalan para perajin sehingga kita bisa mencarikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Selvi juga menyoroti tantangan industri kerajinan yang semakin kompleks akibat perubahan tren pasar dan percepatan digitalisasi. Karena itu, produk berbasis bahan baku lokal didorong untuk meningkatkan kualitas, desain, kemasan, serta menerapkan prinsip ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar internasional.

Ia menegaskan Dekranas dan Dekranasda harus bertransformasi menjadi lembaga pendamping yang membantu perajin memperoleh akses permodalan, pelatihan desain, digitalisasi, pemasaran global, manajemen usaha hingga perizinan ekspor.

Rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekranas dan Bank Indonesia untuk memperkuat pengembangan sektor kerajinan nasional.

Usai memberikan arahan, Selvi bersama jajaran pengurus Dekranas meninjau pameran Stan Kriya dan Wastra yang menghadirkan sekitar 200 stan dari Dekranasda provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia, menampilkan beragam produk kerajinan unggulan sebagai representasi kekayaan budaya Nusantara.