Gubernur Nawipa Buka Liga 4 Papua Tengah, Gaungkan Persatuan dan Sportivitas dari Timika

TIMIKA, Papuadaily – Rintik hujan yang mengguyur Stadion Wania Imipi, Timika, Minggu (8/3/2026), tidak mengurangi semangat ribuan peserta dan penonton yang hadir dalam pembukaan Liga 4 Papua Tengah musim 2025–2026. Di tengah atmosfer penuh antusiasme itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa secara resmi membuka kompetisi yang diharapkan menjadi wadah pembinaan talenta sepak bola sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa Liga 4 Papua Tengah bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan momentum membangun kebersamaan dan mempererat persaudaraan di provinsi yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan wilayah tersebut.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Papua Tengah. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi ini, termasuk para bupati dan seluruh pemangku kepentingan. Tanpa kebersamaan, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik,” kata Meki Nawipa.

Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang daerah maupun suku. Karena itu, kompetisi harus menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama, dan solidaritas.

Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga daerah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan hadiah pembinaan bagi para juara Liga 4 Papua Tengah.

Tim yang berhasil menjadi juara akan menerima hadiah sebesar Rp100 juta beserta trofi, sementara juara kedua memperoleh Rp70 juta. Pemerintah juga menyiapkan hadiah untuk peringkat berikutnya.

“Ini bukan hanya tentang siapa yang menang di lapangan. Yang lebih penting adalah kerja sama, kekompakan, dan semangat gotong royong yang dibangun selama kompetisi berlangsung,” ujar Meki.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam sepak bola tidak pernah ditentukan oleh kemampuan individu semata, melainkan oleh kekuatan kolektif sebuah tim.

“Tidak ada yang hebat sendirian di lapangan hijau. Yang hebat adalah kerja tim, saling mendukung, dan semangat kebersamaan. Mari kita bangun Papua Tengah sebagai rumah bersama tanpa membedakan suku, daerah, maupun latar belakang,” katanya.

Sepak Bola Jadi Simbol Persaudaraan

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan olahraga sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga perdamaian di Papua Tengah.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Papua Tengah harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan daerah, bukan sebaliknya menjadi sumber perpecahan.

“Di tanah Papua Tengah, kita adalah satu keluarga besar. Perbedaan suku, adat, dan latar belakang harus menjadi kekuatan, bukan penghalang. Hanya dengan persatuan kita bisa membangun Papua Tengah yang damai, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Meki berharap Liga 4 Papua Tengah dapat menjadi contoh kompetisi yang sehat, menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat yang kelak mengharumkan nama daerah di level nasional.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Papua Tengah mampu berkembang dan bersaing. Semoga dari kompetisi ini lahir tim-tim kebanggaan yang mampu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Laga Ekshibisi Meriahkan Pembukaan

Pembukaan Liga 4 Papua Tengah turut dimeriahkan dengan sejumlah pertandingan ekshibisi yang melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, dan tokoh olahraga daerah.

Laga persahabatan mempertemukan tim Polda Papua Tengah melawan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dilanjutkan dengan pertandingan Freeport All Star menghadapi Polda Papua Tengah, serta duel antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah melawan Freeport All Star.

Dalam pertandingan ekshibisi tersebut, Bupati Puncak Yuni Wonda mencuri perhatian setelah mencetak satu gol saat memperkuat tim Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Sementara Gubernur Meki Nawipa tampil impresif dengan menyumbangkan dua gol saat menghadapi Freeport All Star.

Meski hujan terus turun sepanjang acara, semangat para pemain dan suporter tetap membara. Atmosfer kebersamaan yang tercipta di Stadion Wania Imipi menjadi gambaran harapan besar bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan persatuan bagi masyarakat Papua Tengah.

Dengan resmi bergulirnya Liga 4 Papua Tengah musim 2025–2026, pemerintah daerah berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, persatuan, dan optimisme menuju masa depan Papua Tengah yang lebih maju.