TIMIKA, Papuadaily – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Pondok Pesantren Ahsanul Ulum, Kampung Wonosari Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa didampingi Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong.
Buka puasa bersama yang melibatkan anak-anak yatim, para khotib, tokoh agama, ustaz dan ustazah, serta masyarakat setempat itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, pimpinan Pondok Pesantren Ahsanul Ulum, para imam, guru mengaji, dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah.
“Bulan suci Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli, berbagi, dan memperkuat rasa persaudaraan. Melalui kegiatan ini, mari kita tingkatkan keimanan, mempererat solidaritas, dan menebarkan kasih sayang kepada anak-anak yatim serta seluruh masyarakat,” kata Meki Nawipa.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan dan sosial menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan serta memperkuat persatuan di Papua Tengah.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang mampu mempererat hubungan antarumat beragama dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
Papua Tengah Rumah Bersama
Bupati Mimika Johannes Rettob juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai buka puasa bersama tidak hanya menjadi bagian dari ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Kita bersyukur dapat berkumpul dan berbuka puasa bersama. Ini merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan dan kasih sayang yang harus terus kita pelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Johannes Rettob.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Papua Tengah merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama melalui semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghormati.
“Papua Tengah adalah rumah bersama bagi semua. Karena itu, kita harus terus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain demi menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis,” katanya.
Apresiasi untuk Para Khotib dan Guru Mengaji
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Meki Nawipa dan Bupati Johannes Rettob juga menyampaikan apresiasi kepada para khotib, imam, serta guru mengaji yang selama Ramadan aktif membimbing umat dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.
Keduanya menilai peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperkuat nilai moral, serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diakhiri dengan buka puasa bersama serta doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Papua Tengah.
“Semangat persaudaraan dan kepedulian harus terus kita jaga, bukan hanya selama Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Kekuatan kita terletak pada kebersamaan dan kasih sayang kepada sesama,” ujar Meki Nawipa.
Momentum buka puasa bersama tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun Papua Tengah yang damai, inklusif, dan penuh toleransi, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan daerah.







