TIMIKA, Papuadaily – Persipani Paniai tampil sebagai juara Liga 4 Regional Papua Tengah musim 2025/2026 setelah menaklukkan Persipuncak Puncak Cartenz dengan skor 2-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Wania Imipi, Timika, Selasa (17/3/2026).
Dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi tersebut, Persipani menunjukkan permainan agresif sejak menit awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan hingga membuat Persipuncak kesulitan mengembangkan permainan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persipani langsung mengambil inisiatif serangan. Pertarungan di lini tengah berlangsung sengit dengan duel fisik yang mewarnai jalannya pertandingan. Namun, solidnya pertahanan Persipani membuat berbagai upaya Persipuncak selalu berhasil dipatahkan.
Efektivitas permainan menjadi kunci kemenangan Persipani. Dua gol yang tercipta memastikan klub asal Kabupaten Paniai itu mengangkat trofi juara sekaligus mencatat sejarah sebagai kampiun perdana Liga 4 Papua Tengah.
Meski pertandingan berjalan ketat di lapangan, situasi sempat memanas di luar stadion. Insiden pelemparan batu terjadi dan sempat menimbulkan kepanikan di sekitar area pertandingan. Aparat keamanan bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Gubernur Apresiasi Kesuksesan Liga 4
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Liga 4 Papua Tengah musim 2025/2026.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan menjadi bukti bahwa sepak bola dapat menjadi ruang persatuan dan pembinaan generasi muda Papua Tengah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, wasit, serta seluruh perangkat pertandingan yang telah bekerja keras menyukseskan Liga 4 Papua Tengah. Semua pihak memiliki peran penting sehingga kompetisi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Meki.
Ia berharap kompetisi tersebut menjadi awal kebangkitan sepak bola Papua Tengah serta melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Meki Nawipa Minta Dukungan Lebih Besar untuk Klub Papua Tengah
Di balik keberhasilan penyelenggaraan Liga 4, Gubernur Meki Nawipa juga menyampaikan pesan kuat mengenai masa depan sepak bola Papua Tengah, khususnya terkait dukungan dunia usaha terhadap klub-klub lokal.
Meki menilai perkembangan sepak bola tidak hanya bergantung pada kualitas pemain dan pelatih, tetapi juga membutuhkan dukungan finansial yang berkelanjutan agar klub mampu naik ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Menurutnya, tanpa dukungan serius, cita-cita membawa klub Papua Tengah menuju Liga 3, Liga 2, bahkan Liga 1 akan sulit diwujudkan.
Ia secara khusus menyoroti peran perusahaan besar yang beroperasi di Papua Tengah untuk ikut mengambil bagian dalam membangun ekosistem olahraga daerah.
“Sepak bola bukan hanya pertandingan 90 menit. Ada proses panjang di belakangnya, termasuk pembinaan, pembiayaan, dan dukungan berkelanjutan. Kalau ingin tim Papua Tengah maju, semua pihak harus mengambil peran,” kata Meki.
Dorongan untuk PT Freeport Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Meki menyampaikan harapan agar PT Freeport Indonesia (PTFI) dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan klub-klub sepak bola Papua Tengah.
Ia menilai perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan olahraga daerah, termasuk sepak bola.
Menurutnya, dukungan sponsor seharusnya dapat menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya atlet-atlet Papua Tengah yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional.
“Kita ingin klub-klub Papua Tengah menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Anak-anak muda kita memiliki talenta, tetapi harus didukung dengan sistem pembinaan dan pendanaan yang kuat,” ujarnya.
Meki menegaskan, dorongan tersebut bukan semata kritik, melainkan ajakan kolaborasi agar sepak bola Papua Tengah berkembang lebih cepat.
Menuju Kekuatan Baru Sepak Bola Papua
Liga 4 Papua Tengah musim 2025/2026 menjadi langkah awal bagi pemerintah daerah dalam membangun fondasi sepak bola yang lebih profesional.
Keberhasilan Persipani Paniai meraih gelar juara menjadi bukti bahwa potensi sepak bola di Papua Tengah sangat besar dan membutuhkan ruang kompetisi yang berkelanjutan.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Papua Tengah berharap tidak hanya menjadi peserta dalam peta sepak bola Papua, tetapi mampu tampil sebagai kekuatan baru yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Persipani Paniai kini menjadi simbol awal kebangkitan tersebut—bahwa dari Papua Tengah dapat lahir tim-tim hebat yang siap bersaing di panggung sepak bola Indonesia.






