Timika, Papuadaily – Tim gabungan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Satgas Amole-2026 menembak seorang pria berinisial GW yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (7/8/2026).
GW diduga terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di kawasan operasional PT Freeport Indonesia. Penindakan dilakukan setelah aparat mendeteksi dan memantau pergerakan yang bersangkutan di wilayah Tembagapura.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan GW merupakan target dalam sejumlah perkara yang telah ditangani kepolisian.
Menurut catatan kepolisian, GW diduga terlibat dalam penembakan mobil LWB di Mile 69, Tembagapura, pada 14 November 2017. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang warga mengalami luka.
GW juga diduga terlibat dalam penyerangan Kantor Pusat PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada 30 Maret 2020. Dalam insiden tersebut, seorang warga negara Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57), dilaporkan tewas.
Ditembak Saat Penyergapan
Yusuf mengatakan penindakan terhadap GW berlangsung di medan perbukitan dengan kondisi geografis berupa jurang dan bukit. Dalam situasi tersebut, personel gabungan disebut mengambil tindakan yang dinilai terukur.
“Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi di lapangan ini jurang dan bukit, serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku,” kata Yusuf dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).
Dalam penyergapan tersebut, GW mengalami luka akibat tembakan aparat. Namun, aparat tidak berhasil mengamankan yang bersangkutan karena GW kemudian dievakuasi oleh anggota kelompoknya.
“Dari tindakan tersebut, GW mengalami luka pada bagian tubuhnya. Setelah itu, yang bersangkutan mendapatkan pertolongan dari anggota kelompoknya,” ujar Yusuf.
Personel gabungan selanjutnya melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi yang diterima aparat, GW kemudian dibawa anggota kelompoknya menuju kawasan hutan.
Aparat Tegaskan Penindakan Berbasis Penyidikan
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan penindakan terhadap GW dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan aparat di lapangan.
Ia menyebut GW telah masuk dalam DPO dan berkaitan dengan sejumlah perkara pidana yang ditangani kepolisian.
“Penindakan terhadap GW dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan personel di lapangan terhadap target yang telah masuk dalam daftar pencarian orang serta berkaitan dengan sejumlah perkara yang ditangani oleh kepolisian,” kata Faizal.
Faizal menegaskan proses penegakan hukum terhadap GW dilakukan berdasarkan data dan hasil penyelidikan kepolisian.
“Kami memastikan bahwa setiap upaya penegakan hukum dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan data yang dimiliki kepolisian. Terhadap GW, yang bersangkutan merupakan target yang telah tercatat dalam DPO terkait sejumlah perkara pidana,” ujarnya.
Menurut dia, penindakan tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum terhadap buronan yang telah ditetapkan sebagai target aparat.
Aparat Imbau Warga Tak Terprovokasi
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat Mimika tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan keamanan di Tembagapura.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan di lapangan akan terus kami dalami dan setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan didasarkan pada fakta yang telah diverifikasi oleh petugas,” kata Adarma.
Hingga Minggu (9/8/2026), personel gabungan masih melakukan penyisiran dan pemantauan di kawasan perbatasan hutan Tembagapura untuk mencari keberadaan GW dan kelompoknya.
Pengamanan di sekitar kawasan tersebut, termasuk area objek vital nasional, juga diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.






