Timika, Papuadaily – Sebanyak 15 inovator yang berhasil menembus tiga besar setiap kategori dalam ajang Mimika Innovation Week 2026 memamerkan karya mereka kepada masyarakat di Lantai 2 Diana Mall Timika, Kamis (13/8/2026).
Pameran yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika tersebut menjadi bagian dari rangkaian kompetisi inovasi tingkat kabupaten sekaligus ruang bagi para inovator memperkenalkan karya mereka secara langsung kepada publik.
Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, mengatakan pameran merupakan tahapan lanjutan setelah proses seleksi yang berlangsung sejak Juni 2026.
“Ini kegiatan pameran merupakan kelanjutan dari Mimika Innovation Week atau kompetisi inovasi tingkat kabupaten,” kata Darius saat ditemui di lokasi pameran.
Menurut Darius, terdapat 57 inovasi yang mengikuti kompetisi tersebut. Seluruh karya menjalani proses seleksi, mulai dari verifikasi administrasi hingga penilaian tingkat kematangan inovasi sebelum ditetapkan sebagai finalis.
Dari proses tersebut, 15 inovator kemudian terpilih untuk mempresentasikan dan memamerkan karya mereka di hadapan masyarakat.
Para finalis berasal dari berbagai latar belakang instansi. Mereka terdiri atas enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tiga lembaga pendidikan, tiga BLUD Puskesmas, dua instansi vertikal yakni Kantor Imigrasi dan BPOM, serta satu perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia.
Darius mengatakan, pameran tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperlihatkan hasil inovasi, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan inovasi dengan masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Tujuannya untuk memperkenalkan inovasi kepada masyarakat umum supaya masyarakat bisa tahu dan bisa memanfaatkan itu,” ujarnya.
Pemenang Diumumkan 15 Agustus
Setelah pameran, proses penilaian akan memasuki tahap akhir. BRIDA Mimika dijadwalkan mengumumkan peringkat juara pertama hingga ketiga pada 15 Agustus 2026.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang akan dilakukan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, Darius menegaskan kompetisi tersebut tidak berorientasi semata-mata pada perebutan hadiah. BRIDA Mimika akan memberikan pendampingan agar inovasi yang dihasilkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas.
“Yang kami utamakan adalah inovasi mereka ini bisa direplikasi ke instansi lainnya supaya bisa digunakan kalau ada kecocokan,” katanya.
Menurut dia, inovasi yang terbukti efektif di satu instansi dapat menjadi model bagi instansi lain, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada unit atau lembaga yang menciptakannya.
OPD Ditargetkan Lahirkan Dua Inovasi Setiap Tahun
Untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan, BRIDA Mimika juga meningkatkan target inovasi bagi setiap OPD.
Jika sebelumnya masing-masing OPD ditargetkan menghasilkan satu inovasi, mulai 2026 seluruh pimpinan OPD telah menandatangani komitmen bersama untuk menghasilkan sedikitnya dua inovasi setiap tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan mendorong setiap perangkat daerah tidak hanya menjalankan rutinitas pelayanan, tetapi juga terus mencari cara baru yang lebih efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat.
Darius mengajak masyarakat Mimika mengunjungi pameran dan berdialog langsung dengan para inovator. Menurutnya, interaksi tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui fungsi setiap inovasi sekaligus menilai kemungkinan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan pameran ini masyarakat bisa datang untuk menyaksikan secara langsung dan bertanya kepada inovator. Mungkin inovasi yang mereka hasilkan bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat di Kabupaten Mimika,” pungkasnya.


