News  

Soal Peristiwa Jila, Kapolres Mimika: ini Bukan Penyanderaan, Tak Ada Tuntutan Pelaku

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak. (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Hilangnya sembilan orang perempuan remaja di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membuat aparat kepolisian bergerak cepat. Sebanyak 20 personel tambahan dikerahkan ke wilayah tersebut untuk memperkuat pengamanan dan mengusut dugaan warga dibawa secara paksa.

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, mengatakan dari 20 personel yang disiapkan, sebanyak 16 personel telah berada di Jila. Sementara empat personel lainnya akan menyusul.

“Jadi kita sudah menurunkan 16 personel dari 20 orang yang di sana. Besok empatnya lagi,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di kediaman Bupati Mimika Johannes Rettob, Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, personel yang dikerahkan terdiri dari 10 Brimob, 10 Reskrim untuk melakukan olah TKP. Kehadiran personel tambahan tersebut untuk memperkuat pengamanan sekaligus menangani pascakejadian di wilayah Jila.

Menurutnya, situasi di Jila hingga saat ini masih relatif landai dan belum terdapat kejadian lanjutan. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk situasi sekarang, terkait pascakejadian, situasi masih landai. Belum ada hal-hal lain yang terjadi. Jadi situasi landai, kami tetap waspada,” katanya.

Terkait hilangnya sejumlah warga , ia menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Kita belum dapat memastikan peristiwa tersebut sebagai penyanderaan karena hingga kini belum ada tuntutan maupun permintaan tertentu dari pihak yang diduga membawa warga tersebut,” lanjutnya.

“Belum ada tuntutan yang diberikan (oleh pelaku). Ini kita bisa sebut penculikan, dibawa secara paksa. Tapi bukan penyanderaan,” jelasnya.

Ia juga telah meminta keterangan dari keluarga korban. Sedikitnya sembilan orang telah dimintai keterangan untuk membantu kepolisian mengungkap kronologi serta menelusuri keberadaan warga yang hilang.

Ia mengatakan proses pendalaman dilakukan oleh anggota yang berada di lapangan, termasuk dengan menggali keterangan dari keluarga korban dan pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian.

“Kita melakukan investigasi dengan anggota untuk menelusuri, mekanismenya, keluarga, keterangan-keterangan lainnya yang langsung bersangkutan dengan keluarga korban,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepolisian juga tengah melakukan profiling terhadap pihak yang diduga terlibat. Namun, polisi belum dapat memastikan identitas maupun kelompok yang berada di balik peristiwa tersebut.

Ia menyebut kemungkinan adanya keterkaitan dengan rangkaian kejadian sebelumnya masih terus didalami.

“Kami memilih tidak terburu-buru menyimpulkan siapa pihak yang bertanggung jawab sebelum proses penyelidikan memperoleh bukti yang cukup,”ucapnya.

Hingga kini, aparat masih fokus memastikan keamanan masyarakat di Jila sekaligus mengungkap keberadaan warga yang dilaporkan hilang.

Hingga kini Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TNI dan Polri masih berupaya mengatasi gangguan keamanan yang melanda kawasan Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah sejak Senin, 17 Agustus 2026 lalu.

Selain memperkuat pengamanan dan menerjunkan tim investigasi, pemerintah daerah dan jajaran aparat fokus menangani persoalan kemanusiaan, mulai dari pencarian 9 warga yang diculik kelompok kriminal bersenjata (KKB) hingga pendistribusian bahan pangan bagi warga terdampak.

Rentetan peristiwa keamanan ini berdampak langsung pada kelumpuhan aktivitas warga dan pasokan kebutuhan pokok di Distrik Jila.

Masyarakat yang semula berkumpul di pusat distrik untuk memperingati HUT ke-79 RI kini tidak dapat kembali ke kampung halaman maupun mengolah kebun mereka karena alasan keselamatan.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto