News  

Guru dan Nakes Dievakuasi Sementara dari Jila, Bupati: Tunggu Jaminan Keamanan

Bupati Mimika Johannes Rettob. (Papuadaily/Sevianto)

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika mengevakuasi kepala puskesmas, tenaga kesehatan (nakes), dan guru dari Distrik Jila menyusul gangguan keamanan yang terjadi di wilayah tersebut.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, seluruh tenaga pelayanan yang berada di Jila telah dievakuasi untuk sementara waktu ke Timika. Mereka akan dikembalikan setelah kondisi keamanan dinilai aman dan terdapat jaminan dari aparat keamanan.

“Sudah turun semua. Ke distrik, kepala puskesmas, nakes, guru semua kita sudah evakuasi ke sini. Mereka sudah aman untuk sementara sambil menunggu di sana kira-kira bagaimana baru kita ini lagi, apa namanya, kita bisa kembalikan,” katanya saat ditemui media Timika pada Rabu (19/8/2026).

Ia mengatakan Pemkab Mimika terus berkomunikasi dengan pihak keamanan untuk memastikan keamanan di Jila sehingga pelayanan masyarakat dan pembangunan dapat kembali berjalan normal.

“Saya terus melakukan komunikasi dengan pihak keamanan untuk bagaimana mereka bisa menjamin ke depan bahwa keamanan di Jila itu baik, demi pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya , pemerintah tidak ingin situasi keamanan mengganggu pelayanan dasar masyarakat, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.

“Kita juga tidak mau situasi keamanan, situasi pendidikan jadi kacau, situasi kesehatan juga jadi tidak jalan, pembangunan juga tidak jalan,” katanya.

Ia juga menyampaikan duka cita atas korban yang terjadi, baik dari unsur TNI maupun masyarakat.

“Kami pertama, kami mengucapkan turut berduka cita atas korban yang telah terjadi, baik untuk TNI maupun juga masyarakat. Dan kami semua berharap bahwa kami akan cari solusi untuk bagaimana caranya mengamankan situasi di sana,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Distrik Jila tidak dapat dilaksanakan.

“Karena kasus kemarin, ya, saya minta maaf kepada masyarakat karena upacara 17 Agustus di Jila tidak jadi dilaksanakan,” katanya.

Johannes menyebut situasi keamanan di wilayah tersebut merupakan persoalan serius bagi Kabupaten Mimika. Ia mengatakan kejadian serupa sebelumnya juga terjadi di Distrik Alama.

“Dan ini terjadi yang sangat serius ini di wilayah Mimika ini sudah dua kali di Alama dan di Jila. Dan ini kita berharap, kalau yang kecil-kecil sudah ada, tapi ini yang masalah kita,” ujarnya.

Selain pelayanan dasar, kondisi keamanan juga berdampak terhadap transportasi menuju Jila. Rettob mengatakan penerbangan perintis untuk sementara tidak berjalan karena operator membutuhkan jaminan keamanan.

“Transportasi juga jadi tidak jalan. Kita sudah, kan ada penerbangan perintis ke sana, tapi kemudian mereka sudah buat surat dan melaporkan kepada kami bahwa kami tidak akan berani dulu. Pemerintah sementara sampai betul-betul ada jaminan aparat keamanan,” jelasnya.

Untuk menyikapi situasi tersebut, ia mengatakan dirinya akan melakukan rapat bersama aparat hukum, Satgas, TNI dan Polri.

“Malam ini saya akan rapat juga dengan aparat hukum dan Satgas dan TNI Polri untuk malam ini, untuk bagaimana kita sikapi,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat Jila tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

“Saya sudah menyampaikan juga, saya belum bisa sampai ke sana, tetapi saya sudah menyampaikan kepada kepala distrik tadi untuk menyampaikan kepada masyarakat di sana. Tadi kepala distrik sudah ketemu dengan kami, supaya masyarakat mereka tetap tenang.”

“Kami akan bertanggung perhatian sebagai pemerintah. Kerja seperti biasa, keamanan sudah jalan, sehingga mudah-mudahan ini semua bisa terselesaikan dengan cepat,” pungkasnya.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto