banner 728x250

Bupati Mimika Dorong Gerakan Kelola Sampah Bernilai Ekonomi

Papuadaily/Crystal

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Timika, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok masyarakat lintas agama, kerukunan, dan paguyuban di Kabupaten Mimika telah aktif mengumpulkan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mendapat laporan bahwa beberapa masjid bersama jamaahnya mengumpulkan sampah. Setelah itu, pengurus masjid menampung dan menjual sampah tersebut ke bank sampah, lalu hasilnya digunakan untuk pembangunan masjid,” ujarnya.

Menurut Johannes, langkah tersebut merupakan contoh yang luar biasa karena tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia menambahkan, sejumlah kerukunan dan paguyuban di Mimika juga telah memiliki kas operasional yang berasal dari hasil pengelolaan sampah melalui bank sampah.

“Secara khusus saya menyampaikan terima kasih kepada kelompok-kelompok masyarakat di Mimika. Bahkan saldo mereka cukup besar hanya dari hasil mengelola sampah,” katanya.

Johannes berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi masyarakat Kabupaten Mimika untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mulai melihat sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah mengenai pentingnya memilah sampah dan memanfaatkan sampah agar memiliki nilai tambah.

“Faktanya, berdasarkan laporan panitia penyelenggara kegiatan ini, mereka berhasil mengumpulkan sampah di sungai hingga mencapai 7,3 ton,” tegasnya.

Ia menyoroti masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan hingga menyebabkan saluran drainase dan aliran sungai tersumbat. Akibatnya, saat terjadi banjir, pemerintah daerah kerap menjadi pihak yang disalahkan.

“Hal-hal seperti ini akhirnya Pemkab yang disalahkan, padahal kami sudah berusaha melakukan berbagai upaya,” ujarnya.

Untuk mewujudkan Mimika sebagai kabupaten yang bersih dan indah, Pemkab Mimika mengambil langkah dengan mewajibkan pelaksanaan program Jumat Bersih.

“Saya berharap RT, kelurahan, kepala distrik, Forkopimda, serta perusahaan swasta, termasuk PTFI, wajib melaksanakan Jumat Bersih. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjadikan Mimika yang indah tetap terpelihara,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan 24 stan pameran lingkungan hidup yang menampilkan berbagai inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan lingkungan.

Johannes menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada PTFI dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika atas pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pameran lingkungan hidup yang berlangsung hingga besok menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai inovasi, edukasi, serta kreativitas dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.

“Saya berharap pameran ini dapat menjadi media edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda Kabupaten Mimika, sehingga tumbuh kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini,” tutupnya.

Penulis: Crystal Erawati